Pengertian Filsafat

19.48.00

PENDAHULUAN

            Tujuan kita mempelajari studi filsafat ini akan mengetahui dunia filsafat minimal mengetahui tentang pembahasan apa yang kita bahas hari ini. Kita tidak dapat memungkiri untuk memasuki masa filsafat modern. Maka dari itu kita harus mempelajari berbagai macam tentang filsafat modern yakni salah satunya yang kita bahas tentang Aliran Filsafat modern yang kami mengambil beberapa pembahasan tentang pengertian filsafat, yakni Arti istilah dan rumusan filsafat, Obyek studi dan metode filsafat, Bidang kajian filsafat : Ontologi, Epistomologi, dan Aksiologi.
            Dari beberapa pembahasan itu tentunya memliki ciri tersendiri, dalam pembahasan ini kita akan mengetahui pengertian, cirri, serta tokoh-tokoh yang mempelopori tentang Aliran yang ada pada bagian pengertian filsafat ini. Dengan adanya pembahasan ini, harapan kita nantinya bisa membuka pikiran kita untuk mengenali filsafat ini dan kita termotivasi untuk mempelajari apa yang akan kita pelajari dalam ilmu filsafat umum ini.
            Demikian penyajian tentang beberapa pengertian filsafat umum, ini kami sajikan belum begitu lengkap dan masih banyak yang harus di perbaiki.
Konotasi orang bila mendengar kata filsafat, maka segera akan menunjuk sesuatu yang bersifat prinsip atau dasar. Bahkan selain itu banyak di kaitkan dengan suatu pandangan hidup yanng mengandung nilai-nilai dasar tertentu, sepperti filsafay pancasila dan flsafat islam. Filsafat sebenarnya berasal dari kata atau bahasa yunani piloshopiah. Dari kata piloshopia ini kemudian banyak di peroleh pengertian pengertian filsafat, baik dari  segi pengertiannya atau etimologi maupun dari segi kandunganya.

PEMBAHASAN

2.1 pengertian filsafat
Apakah arti Filsafat itu? Bagaimana definisinya? Demikian pertanyaan yang pertama kali dilontarkan dalam mempelajari ilmu filsafat. Istilah filsafat dapat dilihat  dari dua segi, yaitu:

a.       Segi semantik: perkataan Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu philosopia, yang berarti philos adalah cinta, suka dan sophia adalah pengetahuan, hikmah. Jadi philosophia adalah cinta pada kebijaksanaan atau cinta pada pengetahuan. Maksudnya, setiap orang yang berfilsafat akan menjadi bijaksana. Orang yang cinta pada pengetahuan disebut philoshoper. Pecinta pengetahuan adalah yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai tujuan hidupnya, atau yang mengabdikan dirinya terhadap ilmu pengetahuan.

b.      Segi Praktis: dilihat dari pengertian praktisnya, Filsafat berarti ” alam fikiran” atau  “alam berfikir”, berfilsafat artinya berfikir. Namun tidak semua berfikir itu berfilsafat. Berfilsafat adalah befikir secara mendalam dan sungguh-sungguh. Tegasnya, Filsafat adalah hasil fikir seseorang yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dengan kata lain, Filsafat adalah mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu.

Menurut Harun Nasution Filsafat itu berasal dari dua bahasa yaitu Fil di ambil dari bahasa Inggris dan safah di ambil dari bahasa Arab. Berfilsafat artinya berfikir menurut tata  tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat dengan tradisi,dogma serta agama). Selain itu berfilsafat juga berarti berfikir sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalannya. Atas dasar pengertian seperti itu maka menurut harun, secara etimologi Filsafat dapat di definisikan sebagai:

1)         Pengetahuan tentang hikmah
2)         Pengetahuan tentang prinsif atau dasar-dasar segala sesuatu
3)         Mencari kebenaran
4)         Membahas secara mendasar dari apa yang dibahas

Kata shopia berkembang menjadi jenis pengetahuan yang lebih tinggi. Yakni jenis pengetahuan yang dapat mengantarkan manusia untuk mengetahui kebenaran yang murni. Shophia dalam arti ini setidaknya terlihat dari rumusan phytagoras yang menyatakan bahwa hanya dzat yang maha tinggi (Allah) yang mampu memberikan kebenaran murni. Menurut phitagoras manusia hanya mampu sampai pada sifat “pecinta kebijaksaan”. Phitagoras menyatakan “cukup seorang menjadi mulia ketika ia menginginkan hikmah dan berusaha untuk mencapainya meski ia tidak pernah menjadi hikmah itu sendiri.

Karena luasnya lingkungsn pembahasan ilmu Filsafat, maka tidak mustahil jika banyak di antara para ahli filsafat memberikan definisinya secara berbeda-beda. Yang di antarannya adalah sebagai berikut:

a)         Plato seorang filsuf Yunani yang termashur murid scrates dan guru dari Aristoteles, mengatakan: Filsafat adalah pengetahuan tentang segala
 yang ada( Ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli ).

b)                  Aristoteles mengatakan Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, rethorika, etika, ekonomi, politik dan estetika, ( Filsafat menyelidiki sifat dan asas benda).

c)                  Marcus Tullius Cicero politikus dan ahli pidato Romawi merumuskan: Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.

d)               Al-Farabi, Filsuf Islam terbesar sebelum Ibnu Siena, mengatakan: Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.

e)                  Immanuel kant yang sering di sebut raksasa fikir barat, menyatakan: Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala ilmu pengetahuan.

f)               Prof.Dr. Fuad Hasan, guru besar Psikkologgi UI, menyimpulkan: Filsafat adalah suatu ikhtiar berfikir radikal, artinya mulai dari radiksnya gejala, dati akarnya suatu hal yang hendak di masalahkan, dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.

g)                  Drs.H. Hasbullah Bakri merumuskan: Ilmu Filsfat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu secara mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat di capai oleh akal menusia, dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.

Setelah mempelajari rumusan-rumusan definisi tentang pengertian filsafat tersebut di atas dapatlah di simpulkan bahwa:

1.         Filsafat adalah “ Ilmu Istimewa” yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat di jawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena masalah-masalah tersebut di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa.

2.                   Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat yang ada yaitu:
Ø  Hakikat Tuhan
Ø  Hakikat alam semesta
Ø  Hakikat Manusia
Serta sikap manusia sebagai konsekuensi dari paham tersebut.
Orang yang pertama kali menggunakan istilah Filsafat adalah PythagoraS (572-497SM). Ketika itu ia ditanya oleh Leon tentang pekerjaannya, ia menjawab sebagai Philsophis artinya pencinta kearifan atau kebijaksanaan.
Ada beberapa ciri dalam Filsafat yaitu :
1)             Persoalan Filsafat bercorak sangat umum.
2)             Persoalan Filsafat tidak bersifat Empiris.
3)             Menyangkut masalah-masalah asasi.
2.2         Arti Istilah Dan Rumusan Filsafat
=>Secara etimologis kata Filsafat berasal dari kata Yunani yang tersusun dari dua kata yaitu Philo atau Philein berarti cinta dan Sophos yang berarti hikmat, pengetahuan kebijaksanaan.
=>Orang yang cinta kepada kebijaksanaan atau pengetahuan atau kebenaran disebut Pilosophos atau dalam bahasa Arab Failasuf.
=>Secara terminologis pengertian filsafat dirumuskan dalam berbagai formulasi yang beraneka ragam sehingga sulit untuk memilih formulasi mana yang paling tepat.
2.3         Obyek Studi Dan Metode Filsafat

Obyek Filsafat
=>Ilmu pengetahuan dapat mempunyai obyek, baik berupa obyek materi maupun obyek forma.
=>Dikatakan obyek materi berarti ada bahan (materi) yang dijadikan sasaran penyelidikan.
=>Sedangkan obyek forma adalah sudut pandang (Point Of View), dari mana hal atau bahan tersebut dipandang.
=>Contohnya mengenai ilmu alam. Obyek formanya adalah perubahan dan bangun benda. Ilmu kimia, obyeknya susunan benda. Ilmu gaya obyeknya formanya kekuatan dan gerak benda.
=>Dari Contoh ketiga ilmu tersebut diatas, ternyata mempunyai obyek forma yang berbeda-beda, akan tetapi ketiga ilmu tersebut mempunyai obyek materi yang sama yaitu benda.
2.4          Bidang Kajian Filsafat
A. Landasan Ontologi


         Ontologi merupakan cabang teori hakikat yang membicarakan hakikat sesuatu yang ada. 
Dari aliran ini muncul empat macam aliran filsafat, yaitu :
< aliran Materialisme
< aliran Idealisme
< aliran Dualisme
< aliran Agnoticisme
B. Landasan Epistemologi
=> Epistemologi juga disebut teori pengetahuan (theori of knowledge). Secara etomologi, istilah etomologi berasal dari kata Yunani episteme = pengetahuan dan logos = teori.
=>Epistemologi dapat didefinisikan sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber, struktur, metode dan syahnya (validitas) pengetahuan.
=>Dalam metafisika, pertanyaan pokoknya adalah “apakah ada itu?”, sedangkan dalam epistemologi pertanyaan pokoknya adalah “apa yang dapat saya ketahui?”
C.  Landasan Aksiologi
 =>Pengertian aksiologi berasal dari perkataan cixios (Yunani) yang berarti nilai dan logos yang berarti teori. Jadi aksiologi adalah “Teori tentang nilai”.
=>Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai.
=>Teori tentang nilai dalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika.
PENUTUP

3.1 kesmpulan
Dari  pembahasan makalah tersebut di atas maka penulis dapat menyimpulkan, ada prof. Dr. harunation dari pengertian etimologi itu, ia memberikan definisi definsi sebagai berikut. pengetahuan tentang hikmah, pengetahuan tentang prinsip atau dasar dasar, mencari kebenaran, membahas dasar dasar dari apa yang di bahas sidi Gazalba memberikan kesimpulannya bahwa “kita dapat berfilsafat tentang pengertian filsafat “ filsafat, dengan cara kerjannya yang bersifat sistematis, universal (menyeluruh) ternyata sangat relevan dengan problematika hidup dan kehidupan manusia serta mampu menjadi perekat kembali antara berbagai macam disiplin ilmu yang terpisah kaitannya satu sama lain. Dengan demikian, dengan menggunakan analisa filsafat, berrbagai macam disiplin ilmu yang berkembang sekarang ini, akan menemukan kembali relevansinya dengan hdup dan kehidupan masyarakat dan akan lebih mampu lagi meningkatkan fungsinnya bag kesejahteraan manusia. Filssafat telah berkembang dan berubah fungsinya dari sebagai induk ilmu pengetahuan menjadi semacam pendekatan dan prekat kembali berbagai macam ilmu pengetahuan yang telah berkembang pesat yang menjadi terpisah menjadi satu sama lainya, dan sekarang lebih cenderung menjadi alat analisa dalam memecahkan permasalahan filosofis dari dunia ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia yang nyata (philosophical analysis).
3.2 Saran
     Atas tersusunnya makalah ini, kami menghimbau kepada semua pembaca khususnya generasi penerus, agar mengetahui tentang Ilmu Filsafat, dan macam-macamnya. Dan semoga dapat menambah ilmu pengetahuan bagi yang membacanya khususnya bagi penulis. Kritik dan saran sangat kami perlukan, semoga bermanfaat. Amin.


DAFTAR PUSTAKA

A.Syadali, Mudzakir, Filsafat Umum, 1997, Bandung: Pusataka Setia, hlm 11

Cecep Sumarna, Filsafat ilmu, 2010, Bandung: Mulia Press, hlm 50


Artikel Terkait

First

komentar anda sangat berguna bagi perkembangan blog kami EmoticonEmoticon

Subscribe