Proses Pembelajaran Kreativ dan Inovatif

23.57.00
MAKALAH
PROSES  PEMBELAJARAN  KREATIF  DAN INOVATIF DALAM KELAS





Disusun Oleh :
Masngat


Dosen pembimbing
Prof. Dr. H. Haris Supratno S.pd.




FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN PAI
INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY’ARI TEBUIRENG JOMBANG
2012




KATA PENGANTAR
Segala puji dan kekaguman serta keagungan hanya semata tertuju kepada Allah SWT. Dialah yang telah menganugrahkan Al-quran  sebagai  hudal linas rahmatan lil’alamin.
Dialah yang mengetahui maksud makna dan kandunganya. sholawat serta salam tidak lupa selalu di haturkan kepada baginda Rosulullah Muhammad SAW khoirul besar dan membawa jalan yang keluar dari jalan Allah menuju jalan yang terang benderang.
Dengan pertolongan Allah dan hidayah Nya-lah, kami selaku penulis makalah dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini  yang berjudul “proses pembelajaran kreatif dan Inovatif dalam kelas”.
Penulis menyadari  kesempurnaan hanyalah milik Allah semata, dengan dimikian kami selaku penulis mengharapkan beribu ribu maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekeliruan. selain itu penulis juga mengharapkan saran dan kritik yang membangun, guna menambah kualitas ilmu dan tulisan dan semoga bermanfaat. Amin Ya Robal ‘Alamin

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Proses dan Metode pembelajaran adalah seperangkat komponen yang telah dikombinasikan secara optimal untuk kualitas pembelajaran. Dalam  pelaksanaannya tidak dapat dilepaskan dengan teori pembelajaran yang menyenangkan, peningkatan kualitas pendidikan dan penilaian hasil belajar siswa, penyedian bahan ajar yang memadai, dan menyediakan sarana belajar. Anak sekarang selalu dihadapkan pada kondisi yang telah disiapkan secara matang dan mereka tinggal menikmati semua itu . Kehidupan serba enak merupakan bayangan praktis dan menjadi tujuannya.
1.2  Rumusan Masalah
1.        Bagaimana proses pembelajaran Aktif, Inofatif, kreatif, Efektif, dan menyenangkan?
2.        Apa yang dimaksud dengan pendekatan  pembelajaran kontekstual?
3.        Bagaimana proses pembelajaran berlangsung?
4.        Bagaimana proses pembelajaran dengan berbagai penelitian dan inkuiri?
5.        Bagaimana model pembelajaran diskusi.
1.3    Tujuan
1.      Tujuan umum
Tujuannya adalah untuk membekali siswa berupa pengetahuan dan kemampuan ( skill ) yang lebih realistis karena inti pembelajaran ini adalah untuk mendekatkan hal-hal yang teoritis ke praktis. Dalam konteks ini, peserta didik perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya.
2.      Tujuan khusus
 Tujuannya adalah Sebagai seorang pelajar siswa harus diberikan rangsangan agar bisa  belajar mandiri, karena pada dasarnya Manusia mempunyai kecendrungan untuk belajar sesuai bakat dan minat. Oleh karena itu, seseorang  bisa memahami apa yang berguna bagi dirinya terutama dalam proses belajar dan Strategi belajar itu penting.
1.3.1        Manfaat
3.      Mafaat teoritis
Manfaatnya ialah menitik beratkan manfaat bagi para pendidik dan semua kependidikan, Keunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan pada keunggukan sumber daya manusia ( SDM ), yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan zaman yang berubah dan berkenbang sangat cepat.

4.      Manfaat praktis
Manfaatnya ialah menjadikan seorang siswa akan termotivasi dalam proses belajar mengajar yang sedang berlangsung, Agar siswa bisa merenungkan betapa pentingnya seorang siswa dalam pembelajaran.


PEMBAHASAN



2.1         Proses pembelajaran yang Aktif, Inofatif, kreatif, Efektif, dan menyenangkan.
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Material, meliputi buku-buku, papan tulis, fotografi, slide dan film, audio dan vidio tape. Fasilitas dan perlengkapan, terdiri dari ruangan kelas, perlengkaoan audio visual, juga komputer. Prosedur, meiputi jadwal dan metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian dan sebagainya.

Sebuah bangsa yang besar bukanlah bangsa yang banyak penduduknya, tetapi bangsa yang besar adalah jika elemen masyarakatnya berpendidikan dan mampu memajukan negaranya.  berlangsungnya proses pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan tidak terlepas dengan lingkungan sekitar kita.[1]

Ada empat pilar pendidikan menurut Unesco ( 1999: 63-65 ) yang meliputi:
a.           Belajar mengetahui ( learning to know ) yakni mendapatkan instrumen atau pengalaman.
b.           Belajar berbuat ( learning to do ) sehingga mampu bersikap kreatif dilingkungannya.
c.            Belajar hidup bersama ( learning to live together ), sehingga mampu berperan serta dan bekerja sama dengan orang- orang lain dalam semua kegiatan manusia.
d.           dari ketiga Belajar menjadi seseorang ( learning to be ) suatu kemajuan penting yang merupakan kelanjutan sendi diatas.

2.2     Pendekatan Pembelajaranm Kontekstual

Pendekatan pembelajaran kontekstual mendasarkan diri pada kecendrungan pemikiran tentang belajar sebagai berukut:

1.             Proses belajar
 Proses belajar sangat berpengaruh kepada hasil belajar seorang siswa, maka dari itu proses belajar harus benar-benar di perhatikan. Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut. Adapun aspek-aspek itu adalah: pengetahuan, pemahaman, kebiasaan, keterampilan, apresisi, emosional, hubungan sosial, jasmani, budi pekerti (etika), sijap, dan lain-lain.kalau seseorang telah melakukan perbuatan belajar, maka terjadi perubahan pada salah satu atau beberapa aspek tingkah laku tersebut.[2]
2.             Dalam Siswa sebagai pembelajar
Sebagai seorang pembelajar, seorang siswa harus diberikan rangsangan agar bisa belajar mandiri, karena pada dasarnya Manusia mempunyai kecendrungan untuk belajar sesuai bakat dan minat, Strategi belajar itu penting.
a.              Tujuan pembelajaran kontekstual
Tujuan ini adalah untuk membekali siswa berupa pengetahuan dan kemampuan (skill) yang lebih realistis karena inti pembelajaran ini adalah untuk mendekatkan hal-hal yang teoritis ke praktis.Dalam konteks ini, peserta didik perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya.Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membimbing peserta didik mencapai tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi.[3] 
Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukan bahwa siswa telah melakukan perbuatan belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap yang baru, yang diharapkan tercapai oleh siswa. Tujuan belajar merupakan cara yang akurat untuk menentukan hasil pembelajaran berhubungan erat antara satu dengan yang lainnya.
2.3     Proses Pembelajaran Berlangsung

1.             Strategi Pembelajaran berlangsung
          Proses ini dirancang untuk mengenalkan siswa terhadap mata pelajaran guna membangun minat, menimbulkan rasa ingin tahu, dan merangsang mereka untuk berfkir. Peserta didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk berkembang, misalnya: kebutuhan, minat, tujuan, abilitas, intelegensii, emosi dan lain-lain. Tiap individu peserta didik mampu berkembang menurut pola dan caranya sendiri. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju kearah tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai organisator belajar bagi siswa yang potensial itu. Sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara optimal.
          Pengajaran sebagai suatu sistem. Pengertian pembelajaran pada hakekatnya lebih luas dan bukan hanya sebagai suatu proses atau prosedur belaka. Pengajaran adalah suatu sistem yang luas, yang mengandung dan dilandasi oleh berbagai dimensi, yaitu:
1.     Profesi guru,
2.     Perkembangan dan pertumbuhan siswa / peserta didik,
3.     Tujuan pendidikan dan pengajaran,
4.     Program pendidikan dan kurikulum,
5.     Perencanaan pengaj[4]
6.     Strategi belajar mengajar,
7.     Media pengajaran,
8.     Bimbingan belajar,
9.     Hubungan antara sekolah dan masyarakat,
10. Manajemen pendidikan / kelas.
1.      Metode Pembelajaran Langsung
b.         Proses ini identik dengan pengajaran ceramah. Memang pelajaran langsung didesain berorientasi pada guru. Dalam praktiknya sanggat bergabung pada kemampuan guru mengelola pembelajaran.
c.          Tujuan pembelajaran berlangsung Pengajaran berlangsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari langkah demi langkah.
 Yang menjadi kunci dalam rangka menentukan tujuan pembelajaran adalah kebuhan siswa, mata ajaran, dan guru itu sendir. Berdasarkan mata ajaran yang ada dalam petunjuk kurikulum dapat ditentukan hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. Guru sendiri adalah sunber utama tujuan bagi para siswa, dan dia harus mampu menulis da memilih tujuan-tujuan pendidikan yang bermakna, dan dapat terukur.[5]
2.4     Proses Pembelajaran dengan Berbagai Penelitian dan Inkuiri

1.           Pengerian Inkuir
                  Inkuiri berasal dari bahasa Inggris inquiry yang dapat diartikan sebagai proses bertanya  dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukan. Menurut Hacket, di dalam Standar nasional pendidikan Sains  di Amerika Serikat, inkuiri digunakan dalam dua terminologi yaitu sebagai pendekatan pembelajaran  (scientific inquiri ) oleh guru dan sebagai materi pelajaran sains ( science as inquiri ) yang harus diipahami dan mampu dilakukan oleh siswa .
2.           Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran dengan menitikberatkan pada penilitian sisa secara langsung harus diajak unruk praktik dalam segala hal. Tujuannya melatih siswa untuk berfikir, memecahkan masalah dan menemukan sesuatu bukan merupakan tujuan pendidikan yang baru.[6]

3.           Strategi pembelajaran
         Para pakar teori belajar masing-masing mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan pandangannya. Ada 4 trategi pembelajaran yang pantas disajikan dan diketahui oleh guru/ calon  guru, ialah:
a.         Pembelajaran penerimaan
                             Pendukung utama pendekatan inni adalah Ausubel.yakni penerimaan terhadap prisip-prinsip umum, aturan-aturan, serta ilustrasi khusus. Tindakan, gerakan dari suasana kognitif dan proses simbol ke suasana perbuatan / tindakan.
b.        Pembelajaran penemuan
                 Pendukung utama pendekatan ini adalah Piaget dan Bruner, yakni penganut psikologkognitif dan humanisti. Belajar penemuan juga dapat disebut ‘ proses pengalaman ‘. Penyajian berbagai kesempatan baru guna menerapkan hal yang baru saja dipelajari kedalam situasi atau masalah-masalah yang nyata.
c.         Pembelajaran penguasaan
                             Pendukung utama pendekatan ini adalah Carrol, yang memadukan teori behavioristik dan humanistik. Belajar tuntas adalah strategi pembelajaran yang diindivudualisasikan dengan menggunakan pendekatan kelomppok . pendekatan ini memugkinkanpara siswa belajar bersama-sama dengan memperhatikan bakat dan ketekunan siswa, pemberian waktu yang cukup, dan bantuan bagi siswa yang mengalami kesulitan.
d.        Pembelajaran terpadu
                     Pendekatan ini pada mlanya disebut metode proyek yang dikembangkan oleh Dr. J. Dewey, dan orang pertama yang menggunakan istilah unit adalah Morrison. Pendekatan pembelajaran terpadu ( atau pelajaran unit ) berpangkal pada teoti psikologi Gestalt.[7]
                                               
 Ciri-ciri Model Pembelajaran Inkuiri
     Proses belajar mengajar dengan model inkuiri menurut Kuslan dan Stone ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Menggunakan keterampilan proses.
2.      Jawaban yang dicari siswa tidak diketahui terlebih dahulu.
3.      Siswa berhasrat untuk menemukan pemecahan masalah .
4.      Suatu masalah ditemukan dengan pemecahan siswa sendiri.
5.      Hipotesis dirumuskan oleh siswa untuk membimbing percobaan atau eksperimen .
6.      Para siswa mengusulkan cara-cara pengumpulan data dengan mengumpulkan data mengadakan pengamatan, membaca / menggunakan sumber lain.
7.      Siswa melakukan penelitian secara indifidu/ kelompok untuk mengumpulkan data alam yang diperlukan untuk menguji hipotesis tersebut.
8.      Siswa mengolah data sehingga mereka sampai pada kesimpulan .

4.    Pola Hidup Serta  Instan
       Pola hidup serba instan menjadi salah satu penyebab anak didik tidak mempunyai orientasi masa depan yang jelas. Bagi mereka, segala kebutuhan hidup merupakan sesuatu yang begitu gampang didapatkan.
       Anak sekarang selalu dihadapkan pada kondisi yang telah disiapkan secara matang dan mereka tinggal menikmati semua itu . Kehidupan serba enak merupakan bayangan praktis dan menjadi tujuan.
5.    Sebagai Pendidik
       Peran guru sebagaipendidik ( nurturer ) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan ( supporter ), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan ( supervisor ) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisipplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup keluarga dan masyarakat.
2.5              Model Pembelajaran

1.              Diskusi
         Diskusi dapat berjalan dengan baik bila mahasiswa telah memiliki pengalaman atau konsep dasar masalah yang akan didiskusikanya. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang, dibinccangkan, dan pada akhirnya menghasilkan suatu  pemahaman dari topik tersebut.[8]
2.          Diskusi Kelas
                  Istilah diskusi disini berupa suatu konstruk yang oleh penyusun diisi pengertian yang sedikit berbeda dengan istilah diiskusi dalam kaitannnya dengan debat, dan diskusi dalam kelas kaitannnya dalam bentuk pembelajaran pada umumnya.
                     Diskusi sebagai suatu bentuk pembelajaran umum adalahh suatu cara pemalajaran di mana peserta didik ( murid, mahasiswa ) mendiskusikan ( pembicaraan, mencari jawaban bersama ) dengan cara saling memberi pendapatnya, kemudian disaring untuk ditemukan kesimpulan .
3.             Diskusi Kelompok
                   Sebelum mereka menuju tempat-tempat untuk diskusi kelompok, dosen menjelaskan dulu permasalahan yang perlu didiskusikan.Posisi tempat duduk sebaiknya diatur sedemikian rupa agar setiap mahasiswa dapat melihat semua temenya, sehingga diharapkan lebih komunikatif, dan dapat terjadi  interaksi antar semua mahasiswa.

4.    Peran Guru Sebagai Pengajar
            Sebagai pengajar, guru dituntut untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran yang optimal. Meskipun pada hakekatnya guru adalah fasilitator, tetap suatu saat guru dituntut menjadi “ manusia sumber “ . sebagai manusia sumber guru dituntut untuk memiliki segala informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam kegiatan ini guru dituntut berperan sebagai pengarah ( moderator ) . Sebagai moderator guru hendaknya melakukan hal-hal berikut :
1.      Memusatkan perhatian pada tujuan pembelajaran
2.      Memberikan kesempatan berpartisipasi
3.      Tugas Kelompok
       Ada beberapa trategi bagaimana membuat dan menjalankan skenario pembelajaran secara kelompook di antaranya:
a.    Think- Share -Pair  ( Belajar Dengan Temen ).
b.    Numbered Heads Togetder ( NHT ) / Pengelompokan siswa.
c.    STAD ( Student Teams Achievement Divisors ). Guru menyajikan pelajaran , memberi evaluasi dan kesimpulan.
d.   Jigsaw
Jigsaw dapat digunakan untuk mengembanggkann konsep, menguasai materi, serta diskusi dan tugas kelompok.[9]


PENUTUP


1.1     Kesimpulan
            Berlangsungnya proses pembelajaran aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan tidak terlepas dari lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembalajaran tidak terlepas pada empat dinding kelas.pembelajaran lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai oleh siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkrit yang menitik beratkan pada kreativitas siswa.
            Dampak positif diterapkannya pendekatan lingkungan adalah siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuaitu yang ada di lingkungan sekitarnya. Seorang siswa boleh saja berfikir secara komprehensif, tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Artinya, setiap siswa perlu belajar apapun yang ingin dipelajarinya , walaupun mencari hikmah dari berbagai macam pengalamannya. 


 DAFTAR  PUSTAKA

Amri, Sofan Dan Ahmadi, Lif Khoiru . 2010 . Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam kelas.Jakarta, Prestasi Pustakaraya.
Faridli, Miftah Dan Sri Harmianto. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif . Bandung,          Alfabeta.
Oemar Hamalik . 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta , Bumi Aksara.






[1] Oemar Hamalik, Kurikulum dan pembelajaran, Jakarta, 2010, h.  57.

[2] Amri,Sofyan dan Ahmadi lif Khoiru, Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam kelas, Jakarta, 2010 , h.  13.
[3] Faridhi, Miftah dan Sriharmianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif , Jakarta, 2011, h.   50.

[4] Ibid ., h.  22-23. (Proses pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam kelas)

[5] Ibid., h.  62-76 ( Kurikulum dan pembelajaran )

[6] Ibid., h.  13  ( Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam kelas )

[7] Ibid., h.  131-133 ( Kurikulum dan Pembelajaran )

[8] Ibid., h. 165 ( Model-model Pembelajaran Inovatif )

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

komentar anda sangat berguna bagi perkembangan blog kami EmoticonEmoticon

Subscribe