Makalah Prinsip dan Fungsi Pokok Manajemen Pendidikan

06.27.00
MAKALAH
PRINSIP DAN FUNGSI POKOK MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM




Disusun Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Islam
Disusun Oleh :
Saddam Husain
Syihabuddin

Dosen Pembimbing : Dr. Hj. Mardiyah. M. Ag

FAKULTAS  TARBIYAH

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS HASYIM ASY’ARI

TEBUIRENG - JOMBANG

2014



KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat, hidayah, dan karunianya sehingga tulisan makalah tentang “Prinsip dan Fungsi Pokok Manajemen Pendidikan Islam” ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Tidak lupa pula saya sebagai penyusun materi ini mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan memberikan motivasi dalam upaya penyelesaian makalah ini.
Saya sebagai penyusun materi ini sangat berharap bahwa makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang telah mempelajari materi yang telah saya susun sedemikian rupa. agar dapat memudahkan bagi kita dalam membaca makalah ini.
Namun demikian, dalam penyusunan makalah ini saya menyadari bahwa tidak menutup kemungkinan dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangannya, untuk itu saya mengharapkan masukan dan saran dari pihak-pihak yang telah mempelajari makalah ini demi keberhasilan yang lebih baik lagi untuk waktu yang akan datang. Karena saya menyadari bahwa segala kekurangan itu datangnya dari kita sendiri sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan jika terdapat kelebihan, semua itu tentu karena kehendak Allah SWT.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb



PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Manajemen sebagai suatu proses social, meletakkan bobotnya pada interaksi orang – orang baik orang – orang yang berada di dalam maupun di luar lembaga – lembaga formal, atau yang berada diatas maupun di bawah posisi operasional seseorang. Selain itu juga manajemen pendidikan merupakan alternative strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Peningkatan kualitas pendidikan bukanlah tugas yang ringan, karena tidak hanya berkaitan dengan teknis, tetapi mencakup berbagai persoalan yang rumit dan kompleks sehingga menuntut manajemen pendidikan yang lebih baik. Sayangnya, selama ini aspek manajemen pendidikan pada berbagai tingkat dan satuan pendidikan belum mendapat perhatian yang serius, sehingga seluruh komponen system pendidikan kurang berfungsi dengan baik. Lemahnya manajemen pendidikan juga memberikan dampak terhadap efisiensi internal pendidikan yang terlihat dari jumlah peserta didik yang mengulang dan putus sekolah. Dari beberapa pernyataan diatas maka makalah ini kami susun.



PEMBAHASAN

A.      PRINSIP – PRINSIP MANAJEMEN
Henry Fayol mengemukakan prinsip – prinsip manajemen yang dibagi menjadi 14 bagian, yaitu :
1.        Division of work (Divisi / Pembagian Kerja)
Objek divisi tugas adalah meningkatkan efisiensi melalui reduksi hal – hal yang tidak perlu, meningkatkan output dan menyederhanakan pelatihan kerja
2.        Otoritas
Otoritas yang baik untuk memberikan perintah melalui kekuasaan yang sangat dipatuhi. Otoritas memberikan pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas dan kewajiban
3.        Disiplin
Disiplin menyatakan secara tidak langsung patuh terhadap peraturan organisasi. Kejelasan pernyataan persetujuan antara organisasi dan anggotanya sangat diperlukan, dan disiplin kelompok tergantung kualitas kepemimpinan
4.        Kesatuan Komando
Setiap anggota harus menerima perintah dari seorang atasannya. Ketaatan terhadap prinsip ini menghindarkan pembagian otoritas dan disiplin
5.        Kesatuan Arahan
Kegiatan yang sama diarahkan untuk mencapai satu tujuan harus dikelompokkan bersama oleh seorang manajer
6.        Subordinat minat individu
Minat individu dan kelompok dalam sebuah organisasi tidak melebihi minat organisasi secara keseluruhan (mengutamakan kepentingan umum daripada individu)
7.        Penggajian
Kompensasi harus terbuka dan memuaskan anggota organisasinya


8.        Sentralisasi
Manajer harus menguasai tanggungjawab final, tetapi ia harus member bawahannya otoritas yang cukup  untuk melaksanakan tugas dengan sukses. Kelayakan tingkat sentralisasi akan bervariasi tergantung suasana. Hal ini menjadi pertanyaan bagaimana kelayakan sentralisasi yang dipakai dalam setiap kasus
9.        Rentang Kendali
Rentang kendali atau rentang komando adalah rentang supervisor dari otoritas di atas ke bawahannya. Garis otoritas harus jelas dan dipatuhi setiap waktu
10.    Perintah
Manusia dan sumber daya material harus dikoordinasikan sesuai tempat dan waktu yang tepat
11.    Pemerataan
Keinginan pemerataan dan persamaan perlakuan yang diaspirasikan manajer terhadap seluruh bawahannya
12.    Stabilitas Personel
Kesuksesan organisasi memerlukan kastabilan tempat kerja. Manajerial mempraktikan keharusan komitmen jangka panjang anggota terhadap organisasinya
13.    Inisiatif
Anggota harus dodorong untuk mengembangkan dan melaksanakan rencana peningkatan
14.    Semangat Tim ( Escprit de Corps )
Manajer harus mendukung dan memelihara kerja tim, semangat tim, dan rasa kebersamaan senasib dan seperjuangan anggotanya. [1]








B.  FUNGSI POKOK MANAJEMEN PENDIDIKAN
1.    Planning ( Perencanaan)
Planning terdiri dari 5, yaitu :
a.    Menetapkan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan, dan bagaimana melakukannya
b.    Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan – pelaksanaan kerja untuk mencapai efektivitas maksimum melalui proses penentuan target
c.    Mengumpulkan dan menganalisa informasi
d.   Mengembangkan alternative – alternative
e.    Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana – rencana dan keputusan – keputusan [2]

2.    Organizing
Dengan ini dimaksudkan pengelompokan kegiatan yang diperlukan yakni penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam organisasi. Dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas manajemen dalam mengelompokkan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas-aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengorganisasian terdiri dari :
a.    Menyediakan fasilitas-fasilitas perlengkapan, dan tenaga kerja yang diperlukan untuk penyusunan rangka kerja yang efisien.
b.    Mengelompokkan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara teratur.
c.     Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi.
d.    Merumuskan dan menentukan metode serta prosedur.
e.     Memilih, mengadakan latihan dan pendidikan tenaga kerja dan mencari sumber-sumber lain yang diperlukan.

3.    Actuating ( Pelaksanaan )
Pelaksanaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien, dan akan memiliki nilai jika dilaksanakan dengan efektif dan efisien.
4.    Controlling (Pengendalian/Pembinaan)
Pembinaan merupakan rangkaian upaya pengendalian secara profesional semua unsur organisasi agar berfungsi sebagaimana mestinya sehingga rencana untuk mencapai tujuan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.[3]
C. HUBUNGAN MASING-MASING FUNGSI MANAJEMEN
Hubungan antara fungsi-fungsi manajemen antara yang satu dengan lain adalah saling kait mengaitkan. Dengan kata lain saling mempengaruhi satu sama lain. Seperti, organizing dan staffing, merupakan 2 fungsi manajemen yang erat hubungannya yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi, dan staffing berhubungan dengan penetapan orang-orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada dalam organisasi tersebut.
Meskipun demikian, fungsi perencanaan merupakan landasan fungsi manajemen yang lain dan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan fungsi pengawasan. Fungsi pengawasan tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya perencanaan, begitu pula sebaliknya.

BAB III
KESIMPULAN
A.  Kesimpulan                   
Fungsi manajemen bukan hanya terdiri dari fungsi pokok dan umum, tetapi ada beberapa penulis yang berpendapat tentang fungsi manajemen yang pada intinya adalah sama. Selain prinsip manajemen yang dikemukakan oleh Henry Fayol dibagi menjadi 14. Dan hubungan masing-masing fungsi sebenarnya saling kait mengait dan tidak pernah berdiri sendiri, dengan kata lain saling mempengaruhi.



DAFTAR PUSTAKA
E. Mulyasa. 2005. MBS: Konsep, Strategi, dan Implementasi, Bandung: Rosdakarya.
Iwa Sukiswa. 1986. Dasar – Dasar Umum Manajemen Pendidikan. Bandung : Tarsito.
Usman Husaini. 2010. Manajemen teori, praktik, dan riset pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.





 [1]  Usman Husaini. 2010. Manajemen teori, praktik, dan riset pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Hal : 29
 [2] Iwa Sukiswa. 1986. Dasar – Dasar Umum Manajemen Pendidikan. Bandung : Tarsito. Hal : 16 – 17.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

komentar anda sangat berguna bagi perkembangan blog kami EmoticonEmoticon

Subscribe