PENGARTIAN DAN LATAR BELAKANG ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

07.04.00
PENGARTIAN DAN LATAR BELAKANG ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

Tugas ini dibuat untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester
Ilmu Sosial Budaya Dasar

Dosen Pengampu: Drs. H. Choirul Anam, M. PdI



Disusun oleh:

Ahmad Ansori

FAKULTAS DAKWAH
JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS HASYIM ASY’ARI (UNHASY)
TEBUIRENG JOMBANG
2014

 


PENDAHULUAN
      A.    Latar Belakang
            Sesuai dengan Kepmendiknas Nomor 021/U/1982 bahwa posisi mata kuliah Ilmu Sosial-Budaya Dasar termasuk komponen mata kuliah dasar umum yang wajib ditempuh para mahasiswa, khususnya ditingkat permulaan. Lalu dengan adanya revisi mengenai orientasi pengajaran dalam mata kuliah ISBD berdasarkan Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, ditetapkan adanya Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebagai salah satu kelompok mata kuliah dalam kurikulum inti yang minimal harus dicapai peserta didik dalam penyelesaian suatu program studi dan berlaku secara nasional, yang salah satunya memuat mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Maka peserta didik atau mahasiswa dituntut untuk mampu memahami dan pada akhirnya menerapkan mata kuliah ini pada satuan kelompok kehidupan masyarakat yang menjadi lingkungan sosiologis dari peserta didik.
             Pemahaman yang secara mendalam dapat diperoleh peserta didik dengan adanya deskripsi yang jelas mengenai aspek-aspek pokok dan unsur-unsur yang penting dalam mata kuliah tersebut. Antara lain adalah mengenai pengertian Ilmu Soial dan Budaya Dasar,baik ditinjau dari sudut pandang etimologi, maupun terminologi. Selanjutnya adalah bagaimana latar belakang Ilmu Sosial dan Budaya dasar tersebut diangkat menjadi bagian dari mata kuliah yang wajib ditempuh peserta didik, serta mengenai ruang lingkup pembahasan dari Ilmu Sosial dan Budaya Dasar itu sendiri. Sehingga pada penerapannya peserta didik mampu menganalisa gejala-gejala sosial-budaya dalam realita kehidupan bermasyarakat serta mampu memberikan kontribusi berupa ide maupun solusi bagi permasalahan sosial, terutama dalam rangka pembangunan negara baik melalui sektor sosial,budaya maupun ekonomi, hukum dan sektor pembangunan lainnya.

      B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Apakah pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Dasar ?
2.      Bagaiamana latar belakang munculnya Ilmu Sosial dan Budaya Dasar  sebagai bagian dari matakuliah berkehidupan bermasyarakat?
3.      Apa sajakah yang termasuk ruang lingkup pembahasan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar?
      C.    Tujuan dan Manfaat
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Memahami pengertian Ilmu Sosial dan Budaya dasar.
2.      Mengetahui latar belakang munculnya Ilmu Sosial dan Budaya dasar.
3.      Mengetahui ruang lingkup pembahasan  Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.
Manfaat penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.      Pembaca dapat memahami deskripsi aspek-aspek fundamental dalam Ilmu Soial dan Budaya Dasar.
2.      Pembaca dapat turut serta dalam pemberian kontribusi ide maupun solusi terhadap suatu fenomena sosial dalam masyarakat.



PEMBAHASAN
      A.    Pengertian  Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
            Mahasiswa, tidak dipungkiri pada akhirnya di hadapakan pada tuntutan untuk bergabung dalam satuan kelompok kehidupan sosial masyarakat. Untuk mendapatkan status sosialnya dalam  kehidupan bermasyarakat ditentukan dari nilai tindakan-tindakan yang dilakukan dalam  ruang lingkup masyarakatnya baik itu bersifat individual maupun sosial. Baik itu berhubungan langsung dengan kepentingan atau pencapaian tujuan masyarakat ataupun tidak.
            Meskipun hal ini berlaku untuk seluruh anggota kelompok masyarakat, tapi mahasiswa yang dipandang sebagai anggota masyarakat yang strata pendidikannya cukup tinggi diharapakan mampu berpartisipasi dalam penyelesaian masalah-masalah sosial yang terjadi dalam  realita kehidupan masyarakat. Maka untuk tercapainya hal tersebut, mahasiswa harus memahami dengan pemahaman yang benar mengenai sosial dan budaya.
            Istilah-istilah IAD ( Ilmu Alamiah Dasar), ISD ( Ilmu Sosial Dasar) dan IBD ( Ilmu Budaya Dasar) sama sekali tak menunjukkan bahwa mata kuliah dengan nama- nama tersebut masing- masing memperkenalkan dasar dari ilmu-ilmu alamiah, ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya. Yang benar bahwa masing-masing istilah itu membuka pagar-pagar yang membatasi disiplin-disiplin yang membentuk masing-masing kelompok ilmu. Disini maksudnya, the scientific of some aspect or segment of reality (bidang studi yang memiliki objek, sistem, dan metode tertentu).sebagai contoh disiplin, misalnya sosiologi, fisika, dan kritik musik.¹
            Ada pengertian secara terpisah dari materi ini, yaitu Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar. IAD (Ilmu Alamiah Dasar) pembahasannya adalah pada pengetahuan alam sehingga IAD adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam semesta seluruhnya sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Penyelidikan/penelitian gejala alam adalah hal pokok yang harus dilakukan berulang-berulang untuk kemudian dari hasil penelitian ini dirumuskan sebuah keterangan ilmiah (teori). Ilmu ini utamanya dipelajari oleh fakultas-fakultas keilmuan umum atau eksak ( matematika, fisika, biologi dll). Karena dijadikan bekal [1]untuk mahasiswa dalam memahami hakikat ilmu pokok yang dipelajari dalam kegiatan perkuliahan dan agar mampu berfikir secara filosofis sehingga menyadari kedudukan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh.
            Selanjutnya adalah Ilmu Sosial Dasar (ISD) yang mempunyai tema pokok hubunan timbal balik antar manusia dengan sesama manusia dan lingkungan sekelilingnya yang terwujud dalam realitas sosial. Untuk itu Ilmu Sosial Dasar dapat dipahami sebagai “Pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, dengan menggunakan fakta, konsep dan teori-teori yang diperoleh dan dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial”.²
            harapan yang muncul setelah mahasiswa mempelajari ilmu ini adalah timbulnya kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah sosial dan gejala sosial di lingkungan sekelilingnya, terutama yang membutuhkan adanya penyelesaian atau pemecahan masalah (problem solving).
            Sebagaimana telah kita ketahui banyak mahasiswa yang gagal sebagai anggota masyarakat karena kurang  mampu berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat dan pemecahan masalah sosial karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap permasalahan sosial dan ilmu-ilmu sosial, akhirnya menjadi pengangguran dan menambah beban masyarakat karena tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi secara baik dengan anggota masyarakat lain.  Hal ini menimbulkan ketidakseimbangan dalam hubungan masyarakat dan memungkinkan akan menimbulkan masalah baru dalam masyarakat.
            Ilmu Budaya Dasar (IBD) dalam pengertiannya secara terpisah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dasar-dasar budaya masyarakat dalam suatu bangsa dan negara. Istilah IBD digunakan sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari bahasa Inggris yaitu “ The Humanities” yang diambil dari bahasa latin “Humnus” berarti “manusia, berbudaya dan halus”.
            Ilmu sosial dan budaya dasar dipandang sebagai bidang studi bekal bagi mahasiswa untuk dapat mampu menganalisa gejala sosial yang nanti akan dialami,
baik sebagai subjek gejala sosial maupun sebagai objek gajala sosial sehingga mampu berperan secara aktif dan efektif dalam kehidupan bermasyarakat dan sebagai reward akan menerima status sosial yang baik dalam prespektif masyarakat lingkungan khusus (keluarga,teman karib,tetangga) maupun masyarakat umum. Sebagai contoh ketika dihadapkan pada sebuah kegiatan masyarakat yang mengandung unsur-unsur kebudayaan dan adat istiadat,mahasiswa -yang dipandang sebagai masyarakat terpelajar- diharapkan mampu berperan aktif dan mendukung penuh kegiatan tersebut. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana seorang mahasiswa seharusnya menempatkan dirinya sebagai akademisi dalam kegiatan yang bersifat kultural (non akademik).
            Pada hakikatnya, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan mata kuliah berkehidupan Bermayarakat (MBB) dengan visi “ Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka, dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat”. Adapun misinya adalah “Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya”.[2]
            Budaya diartikan sebagai segala bentuk hasil dari kemampuan karya, karsa, dan rasa manusia maupun kelompok manusia yang selanjutnya disebut sebagai kelompok masyarakat yang didalamnya terdapat unsur pengenalan dan pembiasaan suatu pola tertentu yang menjadi aspek pokok dan pasti terdapat dalam suatu budaya masyarakat. Hal ini tak bisa lepas dari konsep adat istiadat masyarakat yang pada umumnya berakar dari ajaran nenek moyang. Adat istiadat sendiri pun sebenarnya bagian dari budaya yang dipertahankan oleh masyarakat dengan maksud atau alasan tertentu sehingga mempunyai eksistensi dari masa ke masa.




      B.     Latar Belakang ISBD
            Latar belakang diberikannya Ilmu Budaya dan Sosial Dasar bermula dari kritik yang diberikan oleh sejumlah cendekiawan (sarjana-sarjana pendidikan dan kebudayaan) mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi kita. Mereka menyarankan perbaikan sistem pendidikan kita yang dinilai sebagai warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda pada masa kolonial. Sistem pendidikan tersebut merupakan kelanjutan dari politik balas budi (etische politiek) yang diajukan oleh Conrad Theodore Van Deventer, yang bertujuan menghasilkan tenaga-tenaga terampil untuk menjadi tukang-tukang yang bisa mengisi jabatan dalam birokrasi mereka. Terutama dalam bidang administrasi, perdagangan, teknik, dan keahlian-keahlian lain demi lancarnya “usaha” mereka dalam mengeksploitasi kekayaan negara.³
            Sampai sekarang sistem pendidikan kolonial tersebut sedikit banyak masih diterapkan oleh sistem pendidikan kita di era modern ini, tidak heran jika bangsa kita tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lain dalam banyak hal, antara lain teknologi, industri, pemanfaatan lahan pariwisata dan sebagainya. Hal ini akhirnya mendapat perhatian dari para pakar pendidikan dan kebudayaan yang prihatin dengan ketertinggalan bangsa kita saat ini.

     C.    Ruang Lingkup ISBD
            ISBD bukanlah  disiplin ilmu yang berdiri sendiri,melainkan suatu tangkaian pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehiduan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya. Selain itu mata kulaih ini pada prinsipnya sebagai pengantar dasar menuju pengenalan teori ilmu-ilmu sosial dan kebudayaan sehingga diharapkan mahasiswa dapat memiliki wawasan keilmuan yang bersifat multi-disipliner tentang keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
            Para sarjana dan tenaga ahli lulusan perguruan tinggi diharapkan mempunyai tiga kemampuan pokok yang sangat penting sebagai bekal terjun ke masyarakat, kemampuan itu adalah :
1.      Kemampuan akademik : kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, berfikir logis, kritis, sistematis, analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasidan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu meanawarkan alternatif pemecahannya.
2.      Kemampuan personal : para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukan sikap, tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan dan kenegaraan serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
3.      Kemampuan profesional : kemampuan dalam bidang profesi sesuai keahlian bersangkutan, para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.



PENUTUP
      A.    Kesimpulan
1.      Ilmu sosial budaya dasar adalah sebuah kumpulan dari konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang diambil dari berbagai disiplin ilmu sosial dan budaya (sosiologi, antropologi dll) dan bukan sebuah ilmu karena tidak mempunyai metodologi pengembangan.
2.      ISBD dijadikan sebagai salah satu bagian MBB setelah munculnya kritik dari kalangan cendekiawan terhadap sistem pendidikan di perguruan tinggi kita yang merupakan sistem pendidikan warisan kolonial. Yaitu sistem pendidikan yang hanya mencetak pekerja-pekerja atau tukang yang hanya mahir dalam pekerjaannya namun tidak cakap dalam menghadapi permasalahan sosial dan budaya yang merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat.
3.      Pembahasan dari ISBD tak lepas dari prinsip-prinsip dasar dari ilmu budaya dan sosial. Dengan harapan bahwa para mahasiswa minimal mempunyai 3 jenis kemampuan yaitu : kemampuan akademik, kemampuan personal, dan kemampuan profesional
      B.     Saran
1.      Para mahasiswa seyogyanya harus menerapkan apa yang telah dipelajari dalam pembahasan matakuliah ISBD ini, karena mata kuliah ini sangat menitik beratkan pada kemampuan praktek mahasiswa.
2.      Dosen diharapkan memberikan contoh aspek-aspek dalam masyarakat yang dapat dijadikan mahasiswa sebagai lahan aplikasi dari apa yang telah dipelajari dari pembahasan mata kuliah ISBD.



DAFTAR PUSTAKA

Dr s. H. Nurochim, M.M., et al., Ilmu Sosial & Budaya Dasar, Cet.I, KPMG, Jakarta,                                                 2010
Drs. H.Mustofa,Ahmad,  Ilmu Budaya Dasar, Cet II, CV Pustaka Setia, Bandung, 1999
Prof. DR. Rumin, Tumanggor, M.A et al., Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Jakarta :                                       Charisma Putra Utama, 2010
Tim Penyusun MKD IAIN Sunan Ampel, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya dasar.                                                 Surabaya : IAIN Sunan Ampel Press, 2012




[1] . Ahmad Mustofa, Ilmu Budaya Dasar, Cet II, CV Pustaka Setia, Bandung, 1999, hlm. 11
[2]  Nurochim, M.M., et al., Ilmu Sosial & Budaya Dasar, Cet.I, KPMG, Jakarta, 2010, hlm. 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

komentar anda sangat berguna bagi perkembangan blog kami EmoticonEmoticon

Subscribe