Kandungan Ayat-ayat Tentang Prilaku Terpuji dan Tercela

02.09.00
MAKALAH
KANDUNGAN AYAT-AYAT TENTANG PRILAKU TERPUJI DAN TERCELA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Tafsir Tarbawi
Dosen Pembimbing : Burhanuddin Ridlwan, Lc, M.PdI



Disusun Oleh :
M. Ihsan Alamin
M. Lukman Safi’i

FAKULTAS  TARBIYAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS HASYIM ASY’ARI

TEBUIRENG - JOMBANG

2013





PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Prilaku terbagi menjadi dua bagian. Pertama Perilaku Tercela adalah perbuatan yang tidak Diridzoi oleh Allah. Seorang Menganiaya berarti menyiksa, menyakiti dan berbagai bentuk ketidak sewengan seperti menindas, mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya. Aniaya termasuk perbuatan tercela yang dibenci Allah SWT bahkan sesama manusia. Berbuat Aniaya berarti berbuat dosa.Oleh karena itu, aniaya akan mendatangkan akibat-akibat buruk yang akan diterima oleh pelakunya. Dewasa ini banyak sekali perilaku aniaya bahkan telah menjadi trend dikalangan orang yang memiliki kedudukan tinggi. Mereka selalu menilai seseorang dan memperlakukan seseorang sesuai dengan status sosialnya. Bila seorang pejabat telah menilai seseorang itu jauh lebih rendah dari status sosial yang di jabatnya, bukan tidak mungkin ia akan berbuat seenaknya sendiri. Sungguh moral manusia sudah sangat rusak akibat perilaku tercela tersebut. Dan yang kedua adalah prilaku terpuji adalah perbuatan yang diridhoi oleh Allah SWT, menjalani perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
B.       Rumusan Masalah
Apa yang dimaksut dengan Surat Al anfal ayat 27 ?
Apa yang dimaksut dengan An nisa ayat 133-134 ?
Apa yang dimaksut dengan Surat Albaqarah ayat 153 ?
Apa yang dimaksut dengan Surat Annisa ayat 148 ?
Apa yang dimaksut dengan Surat Al isro’ ayat 26-27 ?
Apa yang dimaksut dengan Surat Al baqarah ayat 191 ?






PEMBAHASAN

A.      Surat Al anfal ayat 27
$pkšr'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw (#qçRqèƒrB ©!$# tAqߧ9$#ur (#þqçRqèƒrBur öNä3ÏG»oY»tBr& öNçFRr&ur tbqßJn=÷ès? ÇËÐÈ
27.  Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu Mengetahui.
Menurut tafsir Al Maraghi
$pkšr'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw (#qçRqèƒrB ©!$# tAqߧ9$#ur
Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menghianati Allah dengan menggap sepi fardu-fardu yang di syariatkan-Nya, atau melanggar batas-batas-Nya dan menerjang hal-hal yang dia suruh menghormatinya, yang telah dia terangkan kepadamu dalam kitab-Nya. Dan janganlah kamu menghianati rasul dengan tidak menyukai keterangan yang dia sampaikan mengenai kitab Allah.
 tAqߧ9$#ur !$# (#qçRqèƒrB Ÿw
Allah menurunkan ayat ini secara ijmal ada suatu riwayat yang mengatakan, bahwa suatu saat abu sufyan keluar dari kota makkah ( tokoh yang satu ini takkan keluar jika bukan karena hendak memusuhi rasulillah saw. Dan kaum mu’min ). Maka Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya, tempat abu sofyan berada. Namun seorang munafik menulis surat kepada abu sofyan, “ sesungguhnya Muhammad hendak menerangi kalian, maka bersiap siagalah”,katanya. Dan kemudian Allah menurunkan ayat tersebut,
(#þqçRqèƒrBur öNä3ÏG»oY»tBr&  
Janganlah kamu menghianati amanat-amanatmu diantara sesame kamu dalam soal perhubungan (muamalat) harta atau lainnya, bahkan sampai dalam soal kesopanan dan kemasarakatan sekalipun. Karena membuka-buka rahasia adalah suatu penghianatan yang diharamkan.
öNçFRr&ur tbqßJn=÷ès?
Sedangkan kamu ketahui mafsadah-mafsadah dari khianat, dan bhwa allah mengharamkanya dan betapa buruk akibatnya baik didunia maupun akhirat.
B.       Surat An nisa ayat 133-134
bÎ) ù't±o öNà6ö7Ïdõム$pkšr& â¨$¨Z9$# ÏNù'tƒur šúï͐t}$t«Î/ 4 tb%x.ur ª!$# 4n?tã y7Ï9ºsŒ #\ƒÏs% ÇÊÌÌÈ `¨B tb%x. ߃̍ムz>#uqrO $u÷R9$# yZÏèsù «!$# Ü>#uqrO $u÷R9$# ÍotÅzFy$#ur 4 tb%x.ur ª!$# $JèÏJy #ZŽÅÁt/ ÇÊÌÍÈ
133. Jika Allah menghendaki, niscaya dia musnahkan kamu Wahai manusia, dan dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
134.  Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), Karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
Penjelasan surah annisa ayat 133-134
bÎ) ù't±o öNà6ö7Ïdõム$pkšr& â¨$¨Z9$# ÏNù'tƒur šúï͐t}$t«Î/ 4                                                                           
Jika Allah berkehendak, niscaya Dia kuasa untuk memusnahkan kalian dari  wujud ini dan mengadakan umat manusia lain yang akan menggantikan kedudukan kalian didalam menjalankan hokum dan bertindak sesuai dengan hokum itu. Sebab segala apa yang ada dilangit dan dibumi berada di dalam kekuasaan-Nya, dan tunduk kepada kekuasaan-Nya itu.
 tb%x.ur ª!$# 4n?tã y7Ï9ºsŒ #\ƒÏs%
Allah maha kuasa untuk membinasakan dan mengadakan makhluk lain karena Dia menguasai kerajaan segala sesuatu. Akan tetapi, karena hikmah-hikmah yang diketahui-Nya. Maka dia tidak menghendaki kebinasaan itu.
 `¨B tb%x. ߃̍ムz>#uqrO $u÷R9$# yZÏèsù «!$# Ü>#uqrO $u÷R9$# ÍotÅzFy$#ur 4 tb%x.ur ª!$# $JèÏJy #ZŽÅÁt/ ÇÊÌÍÈ
Ayat ini mengisyratkan bahwa agama membimbing para pemeluknya kepada kedua kebahagiaan, dan pahala dunia serta akhirat berasal dari karunia dan rahmat Allah Ta’ala. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
C.      Surat Albaqarah ayat 153
$ygƒr'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qãYÏètGó$# ÎŽö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB tûïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÌÈ
153.  Hai orang-orang yang beriman, Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Ayat ini mengajak orang-orang beriman untuk menjadikan sholat seperti yang diajarkan Allah diatas dengan mengarahkan ke kiblat dan kesabaran sebagai penolong untuk menghadapi cobaan hidup.
Penutup ayat yang menyatakan Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Mengisyaratkan bahwa jika seseorang ingin teratasi penyebab kesedihan atau kesulitannya, jika ia ingin berhasil memperjuangkan kebenaran dan keadilan, ia harus menyertakan Allah dalam setiap langkahnya, ia harus bersama Allah dalam kesulitannya dan dalam perjuangannya. Ketika itu, Allah yang Maha Mengetahui, Maha Perkasa, lagi Maha Kuasa pasti membantunya karena Dia pun telah bersama hamba-Nya.
   
D.      Surat Annisa ayat 148
* žw =Ïtä ª!$# tôgyfø9$# Ïäþq¡9$$Î/ z`ÏB ÉAöqs)ø9$# žwÎ) `tB zOÎ=àß 4 tb%x.ur ª!$# $·èÏÿxœ $¸JŠÎ=tã ÇÊÍÑÈ
148. Allah tidak menyukai Ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
Allah ta’ala tidak menyukai hamba-hambaNya yang menggunjing sesama teman, dengan menyebut-nyebut aib dan kejelekan orang lain karena perbuatan seperti itu membawa banyak kerusakan. Bahwa orang yang dianiaya, kemudian mengadu kepada hakim atau orang yang di harapkan dapat menolongnya melenyapkan penganiayaan tersebut dengan menerangkan siapa penganiaya dan perbuatan apa saja yang dilakukan oleh dirinya. Allah maha mendengar lagi maha mengetahui, oleh karena itu, perkataan apapun yang keluar dari orang yang terang-terangan berkata buruk, takkan luput dari pendengaran Allah.




E.       Surat Al isro’ ayat 26-27
ÏN#uäur #sŒ 4n1öà)ø9$# ¼çm¤)ym tûüÅ3ó¡ÏJø9$#ur tûøó$#ur È@Î6¡¡9$# Ÿwur öÉjt7è? #·ƒÉö7s? ÇËÏÈ ¨bÎ) tûïÍÉjt6ßJø9$# (#þqçR%x. tbºuq÷zÎ) ÈûüÏÜ»u¤±9$# ( tb%x.ur ß`»sÜø¤±9$# ¾ÏmÎn/tÏ9 #Yqàÿx. ÇËÐÈ
26.  Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
27.  Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.
Apabila kamu tidak dapat melaksanakan perintah Allah seperti yang tersebut dalam ayat 26, Maka Katakanlah kepada mereka Perkataan yang baik agar mereka tidak kecewa lantaran mereka belum mendapat bantuan dari kamu. Maka dari itu kamu perlu berusaha untuk mendapat rezki (rahmat) dari Tuhanmu, sehingga kamu dapat memberikan kepada mereka hak-hak mereka.
Kita diberitahu oleh Allah SWT bahwa orang-orang yang melakukan pemborosan dan berbuat mubadzir adalah saudara setan. Padahal setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya yaitu Allah SWT. Kalau para pelaku pemborosan dan mubadzir itu adalah saudara setan, berarti mereka bersaudara dengan makhluk yang ingkar atau mengkafiri Allah SWT. Mereka sama saja melakukan perbuatan ingkar kepada Allah SWT dengan melakukan perbuatan mubadzir.
Diriwayatkan oleh At Tabrani yang bersumber dari Abu Sa’id Al Khudri dan dalam riwayat lain oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun ayat ini, Rasulullah saw. Memberikan tanah di Fadak (tanah yang diperoleh Rasullah dari pembagian ganimah atau rampasan perang ) kepada Fatimah.

F.       Surat Al baqarah ayat 109
¨Šur ׎ÏVŸ2 ïÆÏiB È@÷dr& É=»tGÅ3ø9$# öqs9 Nä3tRrŠãtƒ .`ÏiB Ï÷èt/ öNä3ÏZ»yJƒÎ) #·$¤ÿä. #Y|¡ym ô`ÏiB ÏYÏã OÎgÅ¡àÿRr& .`ÏiB Ï÷èt/ $tB tû¨üt6s? ãNßgs9 ,ysø9$# ( (#qàÿôã$$sù (#qßsxÿô¹$#ur 4Ó®Lym uÎAù'tƒ ª!$# ÿ¾Ín͐öDr'Î/ 3 ¨bÎ) ©!$# 4n?tã Èe@à2 &äóÓx« ֍ƒÏs% ÇÊÉÒÈ
109.   Sebahagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, Karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam ayat ini Allah mengungkapkan kepada hamba yang beriman perasaan dan rencana orang-orang kafir ahlil kitab yang ditimbulkan oleh rasa dengki dan iri hati terhadap karunia Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. dan kaum mukminin, tetapi Allah menyuruh kaum mukminin supaya lapang dada dan dapat memaafkan mereka, karena menunggu ketentuan keputusan Allah, dan supaya tetap menjaga tugasnya sendiri yaitu tetap melakukan shalat, zakat dan amal kehaikan yang lain-lainnya untuk memperbanyak amal akhirat.

Ibnu Abba's r.a. berkata, "Huyai bin Akhthab dan Abu Yasir bin Akhthab seb.ugai tokoh Yahudi sangat hasud iri hati terhadap bangsa Arab karena Allah telah mengaruniakan kepada mereka Nabi Muhammad saw. maka keduanya berusaha sekuat tenaga untuk membalikkan orang Islam kepada kekafiran, sehingga Allah menurunkan ayat 109 ini, membuka kedok mereka supaya orang Muslim jangan sampai tertipu oleh tipu muslihat mereka.

G.      Surat Al baqarah ayat 191
öNèdqè=çFø%$#ur ß]øym öNèdqßJçGøÿÉ)rO Nèdqã_̍÷zr&ur ô`ÏiB ß]øym öNä.qã_t÷zr& 4 èpuZ÷FÏÿø9$#ur x©r& z`ÏB È@÷Gs)ø9$# 4 Ÿwur öNèdqè=ÏG»s)è? yZÏã ÏÉfó¡pRùQ$# ÏQ#tptø:$# 4Ó®Lym öNä.qè=ÏF»s)ムÏmŠÏù ( bÎ*sù öNä.qè=tG»s% öNèdqè=çFø%$$sù 3 y7Ï9ºxx. âä!#ty_ tûï͍Ïÿ»s3ø9$# ÇÊÒÊÈ
191.   Dan Bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka Telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[2] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), Maka Bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
[2]     fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.
Penjelasan menurut tafsir al mishbah
Apabila mereka melampaui batas, maka bunuhlah mereka dan siapapun yang memerangi dan bermaksut membunuh kamu jika tidak aa jalan lain yang ditempuh untuk mencegah agresi mereka. Lakukan hal itu dimanapun kamu menemukan mereka dan bila mereka tidak bermaksut membunuh, dan hanya mengusir kamu, maka usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu yakni mekkah. Dan hendaknya semua mengetahui bahwa fitnah yakni besar bahaya atau dosanya dari pada pembunuhan yang diizinkan dan diperintahkan ini. Namun demikian, hai kaum muslimin, peliharalah kesucian dan kehormatan masjid al-Haram sepanjang kemampuan kam, karena itu janganlah kamu memerangi apalagi membunuh mereka di masjid al-Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu ditempat itu, jika mereka memerangi kamu ditempat itu, maka kamu bukan hanya diizinkan memerangi tetapi kalau perlu bunuhlah mereka, demikianlah balasan bagi orang-orang kafif.



DAFTAR PUSTAKA

Shihab, M.Quraish.2009.Tafsir Al-Mishbah:Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran. Jakarta: Lentera Hati.
Al-Maraghy, Ahmad Musthafa.1989.Tafsir Almaraghy.Semarang:CV Tohaputra.
As-Shabury, Muhammad Ali.2000.Cahaya Al-Quran.Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »

komentar anda sangat berguna bagi perkembangan blog kami EmoticonEmoticon

Subscribe