TEHNIK PENULISAN FOOTNOTE YANG BAIK DAN BENAR

00.34.00

asalmualaikum apakabar kawan, baik kan..

pernah bingung dengan footnotes kalu ia silahkan simak artikel dibawah ini
kalau kita mengerjakan makalah, skripsi dan teman-temanya tentu kita akan ketemu dengan yang namanya pak footnote iyakan..,  

sebuah makalah , skripsi dll tanpa fotnote, seperti nasi tanpa sayur heheheah Cuma becanda. Langsung saja dalam penulisan footnotes pangkat dan gelar tidak perlu di cantunmkan kawan. Yang perlu dicantumkan cuma nama pengarang, nama buku, nomor jilid, nama penerbit, tempat dan tahun  penerbitanya. Dari bada banyak teori mending langsung aja lihat contohnya dibawah ini.
Contoh  fotnotes dalam berbagai sumber

1.         Buku
a.       Satu pengarang
Harold Alberty, Reorganizingthe Hight School Curriculum, The MacMilan Company, New York, 1953, h. 78.
b.      2 pengarang atau 3. Nama pengarang harus dicantumkan semua.
Robert. S. Woodworth dan Donald G. Marquis, Psychology,Henry Holt and Company, New York, 1947. H. 56.
c.       Pengarang lebih dari 3
Florence B. Stratemeyer, (et al), Developing a Curriculum for Modern Living, Bureau of Publication Teachers College, Columbia University, New York, 1957, h. 56-149
d.      Kumpulan karangan
Donald P. Cottrell (ed), Teacher Education for a Free People, The American Association of Colleges for Teacher Education, New York, 1956, h. 220.
e.      Tidak ada pengarang. (buku yang dibuat oleh lembaga, perusahaan dll.)
Balai Kursus Tertulis Pendidikan Guru, Large Scale Teachers Training, Nix and Company, Bandung, 1953, h. 17.
f.        Buku yang diterjemahkan
Karl Barth, The Docterie of the World of God, Terjemahan G.T. Thompson. Charles Seribner’s Sons, New York, 1939, h. 23.
2.         Majalah
Mohtar Naim, “Mengapa Orang Minang Merantau?” Tempo, 31 Januari 1975, h. 36.

Catatan: jika nama pengarang tidak ada, footnotes dimulai langsung dari judul karangan.

3.         Suurat kabar
Pikiran Rakyat, 25 januari 1977, h. 2.

4.         Karangan yang tidak diterbitkan (seperti tesis desertasi)
A.H. Daeng Marimba, “Suatu Tinjauan Psikologis mengenai Hubungan Sosial di ‘Tambatan Hati’ dan Pengaruhnya Terhadap Sikap Sosial Anak”, Tesis Sarjana Pendidikan, Perpustakaan IKIP Bandung. h. 17.
5.         Interviu
Wawancara dengan Dekan Fakultas Dakwah Universitas Hasyim Asyari, 10 Juli 1998.
6.         Karangan dari ensiklopedia
a.       Nama pengarang diketahui
E.E. Kellet, “Spinoza”, Encyclopedia of Relegions and Ethics XI 1921, h. 251.
b.      Nama pengarang tidak diketahi
“Katalisator”,Esyclopedia Indonesia I.
7.         Bahan yang dikutip
William H. Burrton. The Guidance of Learning Activities, D. Appleton-Century Company, Inc., New York, 1952, h. 186, dikutip dari Ernest Hilgard, Theories of Learning, Applteon, New York, 1948, h. 37.


Contoh pemakaian: ibid, op. Cit, dan loc. Cit.
Muhammad Yamin, Proklamasi dan Konsultasi Republik Indonesia,  Jembatan, Jakarta,1998, h. 9.

Ibid., h. 27. (keterangan: kutipan diambil dari buku muhammad yasin diatas tanpa di selingi footnotes lain)

A.H. Nasution,  Pokok-pokok Gerilya, Pembimbing, Jakarta, 1987, h. 57.
R.F. Beerling,  Filsafat Dewasa Ini, Balai Pustaka, Jakarta, 1987, h. 66.
Muhammad Yamin op. Cit., h. 45. (keterangan: buku yang telah disebut diatas namun telah diselingi oleh footnotes lain)

A.H. Nasution loc. Cit., (ketrerangan: merujuk kepada halaman yang sama  yakni halaman 57. Lihat  footnotes A.H nasution maka sama halamannya).
Muhammad Yasain loc. Cit.,( sama dengann footnot diatas yaitu halaman 9.).

Demikian tata cara penulisan footnotes. Semoga bermanfaat


Artikel Terkait

Previous
Next Post »

komentar anda sangat berguna bagi perkembangan blog kami EmoticonEmoticon

Subscribe