Etika dan Moralitas

21.18.00
BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Dalam sebuah pekerjaan yang dituntut kepada profesionalitas yaitu yang sebuah pekerjaan dengan keahlian secara khusus, yang dip[eroleh baik dari menempuh pendidikan yang dikhususkan sehingga nantinya dapat diperoleh keahlian dalam bidangnya, dan nantinya disebut dengan profesi.
Profesi secara garis besar dituntut atas segala aspek mengenai apa yang sedang dia lakukan, sebagai contoh seorang pengacara dintut berlaku dan bertindak sesuai dengan kode etik pengacara sendiri, ia dituntut harus taat dan menjalani segala peraturan apa yang ada pada kode etik tersebut.
Seseorang yang menjalai sebuah pekerjaan yang dikhususkan atau dengan kata lain ialah menjalani profesi mau tidak mau ia harus bertingkah sesuai dengan tataran bertingkah baik, tidak menyimpang dari norma-norma dan kebiasaan perilaku baik.
Maka sangat pentingnya sebuah profesi itu dijalani dengan aturan-aturan tingkah laku yang baik, lebih lanjut dalam kalah ini penulis akan membahas mengenai profesi dan moralitas, yang mana dalam sebuah profesi itu dituntut memegang etika dan norma-norma yang kesemua itu ada pada sebuah moralitas.



B.  Rumusan Masalah
A.       Apa yang dimaksud dengan Profesi?
B.       Apa yang dimaksud dengan Moralitas?
C.       Bagaimana pentingnya Moralitas dalam Profesi?

C.  Tujuan Penulisan
A.       Mengetahui dan memahami dengan  Profesi.
B.       Mengetahui dan memahami dengan Moralitas
C.       Mengetahui dan memahami pentingnya Moralitas dalam Profesi.




BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Profesi
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta profesi sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut contohnya profesi adalah pada badan hukum, kedokteran, keuangan militer dan tehnik. Profesi dapat pula diartikan sebagai suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian dari para anggotanya. Keahlian tadi diperoleh melalui apa yang disebut profesionalisasi yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi itu.[1]
Sedangkan dalam KBBI profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.[2] Dikutip dalam laman Wikipedia yang dikatakan profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen".[3]
Dalam beberapa pengertian profesi menurut para ahli sebagai berikut ;
SCHEIN, E.H (1962)
Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat
HUGHES, E.C (1963)
Perofesi menyatakan bahwa ia mengetahui lebih baik dari kliennya tentang apa yang diderita atau terjadi pada kliennya


DANIEL BELL (1973)
Profesi adalah aktivitas intelektual yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal ataupun tidak formal dan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok / badan yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam melayani masyarakat, menggunakan etika layanan profesi dengan mengimplikasikan kompetensi mencetuskan ide, kewenangan ketrampilan teknis dan moral serta bahwa perawat mengasumsikan adanya tingkatan dalam masyarakat
PAUL F. COMENISCH (1983)
Profesi adalah “komunitas moral” yang memiliki cita-cita dan nilai bersama
SITI NAFSIAH
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan sebagai sarana untuk mencari nafkah hidup sekaligus sebagai sarana untuk mengabdi kepada kepentingan orang lain (orang banyak) yang harus diiringi pula dengan keahlian, ketrampilan, profesionalisme, dan tanggung jawab
DONI KOESOEMA A
Profesi merupakan pekerjaan, dapat juga berwujud sebagai jabatan di dalam suatu hierarki birokrasi, yang menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut serta pelayananbaku terhadap masyarakat
Maka Kesimpulannya pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah: sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus  dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.[4]
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa profesi ialah suatu pekerjaan yang dimana seorang pelakunya harus memeliki keahlian khusus yang telah didapatkan dari menempuh pendidikan ataupun dengan pelatihan di lembaga tertentu, dan seseorang yang menjalai profesi dituntut untuk memiliki tanggung jawab atas profesinya dan dengan janji yakni kode etik di lembaga tertentu.
B.  Pengertian Moralitas
Moral berasal dari kata bahasa Latin mores yang berarti adat kebiasaan. Kata mores ini mempunyai sinonim mos, moris, manner mores atau manners, morals. Dalam KKBI Moralitas diartikan sebagai sopan santun, segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau adat sopan santun.[5]
Dalam Wahyuningsih sebagai mana yang dikutip Dalam Buku Moralitas dan etika kebidanan, Moralitas adalah nilai-nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang ataupin seuatu kelompok dallam mengatur tingkah lakunya. Moral juga mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam suatu kurun waktu tertetnu sesuai perkembangan atau perubahan norma atau nilai.[6]
Moralitas merupakan gambaran manusiawi yang menyeluruh, moralitas hanya terdapat pada manusia serta tidak terdapat pada makhluk hidup lainya selain manusia. Moralitas pada dasarnya sama dengan mnoral, moralitas dirtikan sebagai suatu perbuatan moral yang mencakup baik buruknya.[7]
Moralitas adalah sifat moral atau seluruh asas dan nilai yang menyangkut baik dan buruk. Kaitan etika dan moralitas adalah bahwa etika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku moral atau ilmu yang membahas tentang moralitas.[8]
Moralitas sebagai tataran perilaku yang di anggap baik, dari beberapa pengertian diatas, moralitas merupakan bentuk perilaku yang berdasarkan pada norma dan adat kebiasaan yang berpegang pada perilaku baik namun meliputi hal baik dan buruk.

C.    Pentingnya Moralitas dalam Profesi
Sebagaimana dikatakan bahwa profesi adalah sebuah pekerjaan yang menuntuk keahlian khusus pada bidangnya yang diperoleh dengan pelatihan maupun pendidikan. Oleh karena itu sebuah profesi sangat erar kaitannya denga sebuah peraturan yang membungkus daris seagala tidakan dan perilaku seseorang yang menjalai profesi.
Dalam sebuah satuan lembaga profesi pastinya memiliki seperangkan aturan yang disebut dengan kode etik, kode etik sendiri berisi segala aturan intern pada sebuah lembaga profesi dan berisi norma-norma segala aturan yang meliputi segala tindakan dan perilaku.
Moralitas sebagai suatu tataran tingkah laku yang dianggap baik, didalamnya juga meliputi segala seseuatu tentang norma-norma adat kebiasaan baik dan etika, maka dari itu, dalam sebuah lembaga prefesi yang didalamnya terdapat kode etik, pastinya didalam kede etik itu terdapat seperangkat aturan yang meliputi ruang lingkup moralitas tersebut.
Mengingat pentingnya Sebuah moralitas dalam sebuah profesi seperti yang dikemukakan oleh Adams, beberapa alasan mengapa kode etik perlu untuk dibuat, salah satunya Kode etik dapat dipandang sebagai upaya menginstitusionalisasikan moral dan nilai-nilai pendiri perusahaan, sehingga kode etik tersebut menjadi bagian dari budaya perusahaan dan membantu sosialisasi individu baru dalam memasuki budaya tersebut. [9]
Kode etik profesi dapat diubah seiring dengan perkembangan zaman yang mengatur diri profesi yang bersangkutan dan perwujudan nilai moral yang hakiki dan tidak dipaksakan dari luar. Jadi kode etik diadakan sebagai sarana kontrol sosial dan untuk menjaga martabat dan kehormatan profesi serta melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan atau penyalahgunaan keahlian.
Maka dari itu moralitas  berperan sangat penting pada suatu profesi. Agar profesi dapat berjalan dengan benar maka perlu diikat dengan suatu norma tertulis yang disebut dengan kode etik profesi.


BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus, sedangkan moral ialah Moralitas sebagai tataran perilaku yang di anggap baik, dari beberapa pengertian diatas, moralitas merupakan bentuk perilaku yang berdasarkan pada norma dan adat kebiasaan yang berpegang pada perilaku baik namun meliputi hal baik dan buruk.
Maka dari itu moralitas  berperan sangat penting pada suatu profesi. Agar profesi dapat berjalan dengan benar maka perlu diikat dengan suatu norma tertulis yang disebut dengan kode etik profesi.




DAFTAR PUSTAKA
Adams, et all, Ludigdo, 2007
ademuklis.wordpress.com, diakses pada tanggal 5 April 2016 pukul 06:35
Djam'an Satori, dkk., Profesi Keguruan, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008),
Dwienda Octa, et all, Prinsip Etika dan Moralitas dalam pelayanan Kebidanan, Edisi 1, Cet 1 (Yogyakarta : Oktober 2014),
KBBI Online, http://kbbi.web.id, diakses pada tanggal 5 April 2016 pukul 06:30
Wikipedia, https://id.wikipedia.org, diakses pada tanggal 5 April 2016 pukul 06:35


[1] Djam'an Satori, dkk., Profesi Keguruan, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008), h. 15
[2] KBBI Online, http://kbbi.web.id, diakses pada tanggal 5 April 2016 pukul 06:30
[3] Wikipedia, https://id.wikipedia.org, diakses pada tanggal 5 April 2016 pukul 06:35
[4] ademuklis.wordpress.com, diakses pada tanggal 5 April 2016 pukul 06:35
[5]KBBI Online, http://kbbi.web.id, diakses pada tanggal 5 April 2016 pukul 06:30
[6] Dwienda Octa, et all, Prinsip Etika dan Moralitas dalam pelayanan Kebidanan, Edisi 1, Cet 1 (Yogyakarta : Oktober 2014), h.198
[7] Ibid
[8] Ibid
[9] Adams, et all, Ludigdo, 2007


Makalah ditulis oleh Fikri Antoni 


 melayani pembuatan: kaos, kemeja, jamper, pdl, polo, hoodie, sweater, topi, sablon kerudung almamater dll 
 untuk partai besar maupun kecil

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

komentar anda sangat berguna bagi perkembangan blog kami EmoticonEmoticon

Subscribe