PERAN MEDIA UNTUK DAKWAH ISLAM

18.12.00


PERAN MEDIA DALAM DAKWAH ISLAM

A.   PENDAHULUAN
Media komunikasi berarti semua medium yang dipakai dalam komunikasi massa. Pada level ini Islam nampak akomodatif dalam mengambil berbagai media baik yang tradisional maupun media modern. Masalah medium merupakan permasalahan peradaban manusia, dan peradaban erat kaitannya dengan waktu, tempat, budaya yang beredar serta peningkatan karsa dan kemampuan manusia, setiap masa selalu ada penggunaan media mulai dari yang paling  sederhana seperti bahasa dan isyarat sampai pada penggunaan media yang berbentuk material seperti buku, surat dan image (gambar) sesuai dengan pencapaian teknologi pada masa itu.
Tradisi komunikasi bermedia dalam Islam secara historis bisa dilihat dari informasi-informasi yang tertulis dalam Al-Qur’an seperti kisah Nabi Sulaiman dan para Nabi lainnya ketika membukukan ajaran-ajaran penting mereka dalam shuhuf maupun kitab-kitab sebelum Al-Qur’an.
Penggunaan media dalam Islam bertujuan untuk mempermudah penyampaian pesan-pesan agama (syariah) supaya sampai kepada masyarakat luas lebih cepat secara bersamaan, melalui media komunikasi modern hal tersebut bisa dicapai lebih banyak dari pada komunikasi yang tidak bermedia. Media komunikasi (komunkasi massa) dalam perspektif Islam merupakan gabungan dari dakwah, tabligh, amar ma’ruf nahi mungkar dan akhlak demi terwujudnya khairu ummah.


B.   PEMBAHASAN

1.      Dakwah
Dakwah secara etimologi berasal dari bahasa arab. Da’a- yad’u-da’watan, artinya mengajak, memanggil, dan menyeru. Sedangkan secara terminologi ada beberapa definisi dakwah yang diungkapkan oleh para tokoh.
a.       Menurut Syaikh Ali Mahfudz
Dakwah adalah memotivasi manusia untuk berbuat kebajikan, mengikuti petunjuk, memerintahlan kebaikan, dan mencegah kemungkaran agar mereka memperoleh kebahagiaan didunia dan akhirat. (Syaikh Ali Mahfudz, Hidayat Al-Mursyidin,1952;1)
 
b.      Menurut M. Natsir
Dakwah adalah usaha-usaha menyerukan dan menyampaikan kepada perorangan manusia dan seluruh umat konsepsi Islam tentang pandangan dan tujuan hidup manusia didunia ini dan yang meliputi amar ma’ruf nahi munkar dengan berbagai macam media dan cara yang diperbolehkan akhlak dan membimbingi pengalamannya dalam perikehidupan bermassyarakat dan bernegara. (Abdul Munir Mulkam,1996;52)

2.      Komunikasi Massa
            Para ahli komunikasi berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa. Hal ini berbeda dengan pendapat ahli psikologi social yang menyatakan bahwa komunikasi massa tidak selalu dengan menggunakan media massa. Sehubungan dengan itu, dalam berbagai literature sering dijumpai istilah mass communications dan mass communication (tanpa s).
Arti mass communications sama dengan mass media. Sedangkan mass communication (tanpa s) adalah prosesnya, yakni proses komunikasi melalui media massa.
            Seperti ditegaskan diatas, media massa dalam cakupan pengertian komunikasi massa adalah surat kabar, majalah, radio, televise, atau film. Jadi, media massa modern merupakan produk teknologi modern yang selalu berkembang menuju kesempurnaan. (Onong Uchjana Effendy, 2011; 20)




3.      Fungsi Komunikasi Massa
Di muka telah dijelaskan bahwa komunikasi massa di sini diartikan komunikasi modern dengan media massa sebagai saluranya. Mengenai jelasnya atau betuknya di antara para pakar komunikasi tidak ada kesepakatan, ada yang menyebutnya secara luas, misalnya surat kabar, majalah, radio, televisi, buku, rekaman, video, poster, dan banyak lagi.
Komunikasi menurut Sean MacBride tidak diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan, tetapi sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai tukar-menukar data, fakta, dan pesan, maka fungsinya dalam tiap sitem social adalah sebagai berikut:
a.       Informasi
Pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran berita, data, fakta dan pesan, opini dan komentar yang dibutuhkan.
b.      Motivasi
Menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek maupun jangka panjang.
c.       Perdebatan dan diskusi
Menyediakan dan saling menukar fakta yang diperlukan untuk memungkinkan persetujuan atau menyelesaikan  perbedaan pendapat.
d.      Pendidikan
Pengalihan ilmu pengetahuan sehingga mendorong perkembangan intelektual, pembentukan watak, dan pendidikan ketrampilan serta kemahiran yang diperlukan pada bidang kehidupan.
e.       Memajukan kebudayaan
Penyebarluasan hasil kebudayaan dan seni dengan maksud melestarikan warisan masa lalu, membangun imajinasi dan mendorong kreativitas.
f.       Hiburan
Drama, tari, kesenian, kesusastraan, musik, komedi, olah raga, permainan, dan sebagainya.
g.      Intregasi
Menyediakan bagi bangsa, kelompok, dan individu kesempatan memperoleh berbagai pesan yang diperlukan mereka agar saling kenal dan mengerti dan menghargai kondisi, pendangan, dan keinginan orang lain.
( Onong Uchjana Effendy, 2011; 27-28)

4.      Hubungan Dakwah dengan ilmu komunikasi
Jika dilihat dari obyeknya dakwah memiliki hubungan dengan komunikasi dalam ilmu-ilmu sosial. Yang dimaksud dengan hubungan komunikasi dan dakwah di sini adalah hubungan komunikasi sebagai disiplin ilmu dengan dakwah sebagai kegiatan amar ma’ruf dan nahi munkar, pesan berupa nasihat, serta sebagai proses penyampaian pesan risalah Islamiyah.
Ilmu komunikasi dewasa ini telah berkembang demikian pesat, berbagai studi yang dilakukan yang berkenaan dengan tingkah laku manusia sebagai pelaku komunikasi, media komunikasi yang dipakai, serta kecenderungan dan ide-ide yang berkembang serta berbagai aspek lain yang erat hubungannya dengan proses penyampaian pesan dan kekuatan pengaruh pesan tersebut dalam diri peserta komunikasi. Selain itu dapat juga dilihat perkembangan yang pesat dalam bidang sarana dan prasarana yang dapat digunakan dalam kelancaran komunikasi.
Tujuan utama dakwah adalah menyampaikan (tablîgh) risalah atau pesan Ilahiah, dan sejak pada masa awalnya tablîgh menggunakan kata-kata baik yang tertulis maupun yang terucapkan, dengan manusia sebagai objek sasarannya. Hingga dapat dikatakan komunikasi dan dakwah adalah dua hal yang sama, keduanya menjadikan manusia sebagai sasaran, menggunakan media yang sama, tujuan dan alat yang sama.
( Taufiq Yusuf ; 427 )
Jika konsep komunikasi massa berdasarkan pada pengertian bahwa komunikasi adalah dakwah, informasi juga berarti tablîgh, dan change berarti amar’ma’ruf nahi munkar, maka efek yang diharapkan adalah wisdom suatu bentuk kearifan dan kemaslahatan sebagai akhir dari dampak media. Karena berbagai isi media akan berada
pada wilayah edukasi, sebagaimana komunikasinya ditujukan untuk edukasi.
Demikian juga hiburan yang disajikan berfungsi sebagai hiburan yang berisi amar ma’ruf nahi munkar. Kisah nabi Musa AS dan nabi Hidir AS dalam surat al-Kahfi (QS.18) ayat 65-82 sebagai contoh dialog yang bisa menghibur tapi juga berisikan pelajaran yang menarik. ( M. Tata Taufik, 2013; 156 )





5.      Efek dan Kekuatan Media
Media massa sering disebut-sebut sebagai kekuatan keempat (4) setelah kekuatan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuatan keempat bertugas untuk memperhatikan ketiga kekuatan yang memerintah suatu negara.
Gagasan ini dicuatkan oleh Jürgen Habermas (1996) yang mengusulkan harus ada ruang publik yang bisa mengontrol pemerintah (the 'public sphere').
Keberadaan media yang diharapkan menjadi kekuatan keempat setelah legislatif, ekskutif dan yudikatif atau dalam kata lain sebagai alat kontrol pemerintah, sampai saat ini sudah dipraktekkan oleh beberapa media cetak maupun elektronik. Sehingga keberadaan media-media tersebut disegani bahkan ditakuti oleh pemerintah, tidak jarang aparat pemerintah harus berhati-hati ketika memberikan pernyataan pers di depan sejumlah jurnalis media. Hal ini tidak lepas dari sifat media yang dapat diakses secara langsung oleh masyarakat. ( M. Tata Taufik, 2013; 153 ) 

6.      Fungsi dan Peran Media Bagi Islam
Penggunaan media dalam Islam bertujuan untuk mempermudah penyampaian pesan-pesan agama (syariah) supaya sampai kepada masyarakat luas lebih cepat secara bersamaan, melalui media komunikasi modern hal tersebut bisa dicapai lebih banyak dari pada komunikasi yang tidak bermedia (teknologi) pesan yang disajikan oleh radio televisi atau majalah serta surat kabar bisa mewakili tugas penyampaian pesan-pesan agama. Adapun dari segi peran media bisa berperan dalam pembinaan ummah atau komunitas muslim, penyerapan ajaran Islam bisa dengan mudah didapat oleh pemeluknya, kemudian bisa merubah tingkah-laku pemeluknya. Pembentukan pandangan hidup dan karakter Islam bisa dihubungkan dengan peran media komunikasi. ( M. Tata Taufik, 2013; 170)
Peran lainnya sebagai pemelihara berbagai pemikiran dan pemahaman yang pernah muncul di dunia Islam dari masa ke masa, berbagai warisan intelektual Islam yang sampai pada kita merupakan saksi atas peran media massa bagi Islam. Demikian juga munculnya berbagai aliran pemikiran keislaman yang menyebar di wilayah tertentu di belahan dunia Islam merupakan peran dari media yang memungkinkan mudahnya akses terhadap sumber-sumber aliran pemikiran tersebut.
(Al-Khaja, Muhammad Kamil, 1984 )

C.    PENUTUP

Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa. Media massa dalam cakupan pengertian komunikasi massa adalah surat kabar, majalah, radio, televise, atau film. Jadi, media massa modern merupakan produk teknologi modern.
Di era global, media dengan dampak dan akses global, bisa menyelusuri
batas wilayah serta memperpendek jarak antar negara maupun individu sehingga tidak ada lagi batasan budaya maupun batasan komunikasi. Media bisa mengembangkan pengetahuan komunitas dari berbagai bahasa, agama, etnik, maka terbukalah jalan untuk Islam berdakwah melalui media.
Dakwah adalah usaha-usaha menyerukan dan menyampaikan kepada seluruh umat Islam tentang pandangan dan tujuan hidup manusia didunia ini dan yang meliputi amar ma’ruf nahi munkar dengan berbagai macam media dan cara yang diperbolehkan akhlak dan membimbingi pengalamannya dalam perikehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Dakwah memiliki hubungan dengan komunikasi dalam ilmu-ilmu sosial. Yang dimaksud dengan hubungan komunikasi dan dakwah di sini adalah keduanya menjadikan manusia sebagai sasaran, menggunakan media yang sama, tujuan dan alat yang sama. Penggunaan media dalam Islam bertujuan untuk mempermudah penyampaian pesan-pesan agama (syariah) supaya sampai kepada masyarakat luas lebih cepat secara bersamaan, melalui media komunikasi modern hal tersebut bisa dicapai lebih banyak dari pada komunikasi yang tidak bermedia.
Efek dan kekuatan media yang menjadikan kekuatan keempat setelah legislatif, ekskutif dan yudikatif atau dalam kata lain sebagai alat kontrol pemerintah. Sehingga keberadaan media disegani bahkan ditakuti oleh pemerintah. Hal ini tidak lepas dari sifat media yang dapat diakses secara langsung oleh masyarakat. Dengan media yang mempunyai ciri bersifat umum, kekuatan dan efek, fungsi sebagai informasi, motivasi, diskusi dan perdebatan, pendidikan, memajukan kebudayaan, hiburan, dan integrasi, maka dakwah Islam akan lebih mudah diterima oleh masyarakat.      



DAFTAR PUSTAKA

Abdul Munir Mulkam. 1996. Ideologisassi Gerakan Dakwah, Yogyakarta:Sipres.
Al-Khaja, Muhammad Kamil. 1984. Dauru al-I'lam al-Islamy fi Binaa'i al-Insaan al-Mitsaaly,   Mansyurat Nadi Jaazan Al-Adaby.
Al-Waai’y, Taufiq Yusuf. 2013. Al-da‘wah i’la Allah al-Risâlah –al-Wâsîlah—al-Hadap, Kuwait: Dârul Yaqîn.
M. Tata Taufik. 2013. Dakwah Era Digital, Kuningan: Pustaka Al-Ikhlas
Onong Uchjana Effendy. 2011. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Stefan Szczelkun.  Doctoral Research, School of Communications, Royal College of Art, June 2002,Converted to website with minor modifications July 2003 http://www.stefan szczelkun.org.uk/index2.htm.
Syaikh Ali Mahfudz. 1952. Hidayat Al-Mursyidin, Cairo: Dar Kutub Al-Arabiyyah.



Artikel Terkait

Previous
Next Post »

komentar anda sangat berguna bagi perkembangan blog kami EmoticonEmoticon

Subscribe