komunikasi efektif dan hambatannya

18.53.00


Komunikasi efektif

David K. Berlo dalam bukunya “The Process Of Communication, Harcourt School 1960.” Menyebutkan Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi.
komunikasi efektif Adalah penyampaian pesan yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan dalam bentuk verbal maupun nonverbal yang dapat dipahami komunikan atau trjadi respon.

Analisis 5 unsur komunikasi menurut Lasswell (1960):
1.      Who? (siapa/sumber). Sumber/komunikator adalah pelaku utama/pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai suatu komunikasi,bisa seorang individu,kelompok,organisasi,maupun suatu negara sebagai komunikator.
2.      Says What? (pesan). Apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada penerima(komunikan),dari sumber(komunikator)atau isi informasi.Merupakan seperangkat symbol verbal/non verbal yang mewakili perasaan,nilai,gagasan/maksud sumber tadi. Ada 3 komponen pesan yaitu makna,symbol untuk menyampaikan makna,dan bentuk/organisasi pesan.
3.      In Which Channel? (saluran/media). Wahana/alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator(sumber) kepada komunikan(penerima) baik secara langsung(tatap muka),maupun tidak langsung(melalui media cetak/elektronik dll).
4.      To Whom? (untuk siapa/penerima). Orang/kelompok/organisasi/suatu negara yang menerima pesan dari sumber.Disebut tujuan(destination)/pendengar(listener)/khalayak(audience)/komunikan/penafsir/penyandi balik(decoder).
5.      With What Effect? (dampak/efek). Dampak/efek yang terjadi pada komunikan(penerima) setelah menerima pesan dari sumber,seperti perubahan sikap,bertambahnya pengetahuan, dll.

Tujuan dan bentuk komunikasi efektif
Tujuan dari komunikasi efektif adalah memberi kemudahan komunikan dalam memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator.
Bentuk komunikasi efektif
a.       Komunikasi verbal
·         Disampaikan dengan ihklas
·         Bahasa yang mudah dipahami
·         Menyampaikan pesan dengan ringkas dan jelas
·         Tujuan yang dapat ditangkap jelas oleh komunikan
·         Berlangsung timbal balik

b.      nonverbal
·         Penampilan fisik yang meyakinkan lawan bicara. Body linguistics
·         Sikap tubuh dan gesture.
·         Ekspresi wajah.
·         Sentuhan.

Tipe komunikasi
  • Intrapersonal: Berkomunikasi dengan diri sendiri.
  • Interpersonal: Komunikasi yang dilakukan antara 2 orang.
  • Small group: Komunikasi yang dilakukan lebih dari dua anggota, dimaa anggota kelompok memiliki porsi berkomunikasi secara seimbang.
  • Public: Komunikasi yang dilakukan dalam grup yang besar ,sehingga terlalu besar bagi keseluruhan anggota untuk bisa seimbang dalam berkomunikasi.
  • Komunikasi Massa: terdiri dari beberapa pesan yang ditransmisikan dalam jumlah yang besar kepada beberapa orang sekaligus pada saat bersamaan. Disalurkan melalui berbagai sumber baik Elektronik,cetak,Televisi, radio, Majalah dll. Tidak ada kontak secara personal antara pengirim dan penerima pesan.
  • Komunikasi Interaktif: ada stimulus dan respon

Hambatan

Hambatan adalah faktor-faktor yang dapat mengganggu penerimaan suatu pesan. Karena terganggu maka penerima pesan juga bisa salah dalam memaknai balik pesan yang diterima. Faktor yang berpotensi menjadi penghambat dalam komunikasi yang efektif adalah:[2]
  1. Perbedaan Status sosial antara komunikan dan komunikator. misalnya saja karyawan harus tunduk atau patuh terhadap apapun yang dikatakan atasannya, sehingga karyawan tersebut takut menyampaikan aspirasi atau pendapatnya.
  2. problem semantik, menyangkut bahasa yang digunakan komunikator dalam menyampaikan pesan. Kesalahan penyebutan bisa mengakibatkan sebuah kesalah - pahaman dan beda penafsiran.
  3. Distorsi persepsi, disebabkan perbedaan cara pandang yang sempit pada diri sendiri dan perbedaan cara berpikir pada orang lain. Hal ini menimbulkan hambatan perbedaan persepsi dan wawasan satu dengan yang lainnya.
  4. Perbedaan Budaya, dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras dan bahasa serta agama yang berbeda sehingga ada beberapa penggunaan kata yang memiliki arti berbeda pada tiap suku.
  5. Gangguan fisik, gangguan lingkungan fisik seperti suara riuh orang-orang, suara petir,hujan dan cahaya yang kurang jelas.
  6. Keterbatasan saluran komunikasi, gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi misal sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang tenggelam, atau gambar yang buram.
  7. Tidak ada umpan balik/tanggapan, hambatan dimana pesan yang disampaikan sang pengirim tidak di beri tanggapan. Maka yang selanjutnya terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia dan tidak efektif.

      Pada dasarnya komunikasi efektif adalah komunikasi yang bisa diterima dan dipahami oleh komunikan, sehingga terdapat respon yang berpengaruh bagi komunikan. Sekalipun komunikasi yang dilakuakan menggunakan bullet teori (komunikasi satu arah].


Artikel Terkait

Previous
Next Post »

komentar anda sangat berguna bagi perkembangan blog kami EmoticonEmoticon

Subscribe