TOLERANSI yang PROAKTIF

19.11.00 0
KONTEMPLASI SEMAKIN MENEGAKKAN TOLERANSI yang PROAKTIF


Toleransi adalah membiarkan orang lain berpendapat lain,melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita, tanpa kita ganggu ataupun intimidasi. istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyaraka

Tesis 1
“Tidak ada manusia yang bukan ciptaan Allah yang sama itu pula”.
“Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang tertinggi karena berakalbudi” kata Dr. Y. Jangkung Karyantoro, MBA (dosen stikom Surabaya } .
Beliau juga menuturkan bahwa manusia sering melupakan Budi dan hidup hanya dengan Akal (akal-akalan). Patutlah sering kita jumpai banyak manusia yang beragama namun melupakan budi dan mengakali sebagian lainya.
Beliau mencontohkan “ada seorang pengepul barang yang dia daptkan dari petani dengan harga perbuah dua ribu rupiah. namun si pengepul menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi yakni perbuah seharga sepuluh ribu rupiah. inilah yang beliu maksud dengan manusia yang hidup dengan akal-akalan. Manusia akal-akalan juga banyak kita temukan di Indonesia seperti Koruptor dll.
Akal budi membuat manusia mampu menyadari dirisendiri dengan seluruh “POTENSIALNYA” yang paling mungkin dan yang sampai batas tertentu tidak terhitung “JUMBLAH” dan kualitasnya.
 Potensi yang dimiliki manusia tentulah berbeda beda. Seperti thomas alpha edison yang menemukan lampu dengan potensinya sehingga kita dapat nikmati sekarang, seandainya tidak ada toleransi dari berbagai golongan tentulah mungkin seorang muslim tidak dibolehkan untuk menggunakan lampu sebab yang menemukann bukan lah seorang muslim, sama halnya dengan tehnologi yang sering digunakan muslim kebanyakan datang dari negeri sakura yang notanbenya mereka menganut agama shinto, budha, kristen. Disinilah toleransi itu berperan.
Beliau juga berkata manusia adalah mahluk yang bermacam-macam (plural) dan (multikultural) yang diciptakan untuk saling mengenal dan memberi manfaat.
Tesis 1 menegaskan dengan ihklas, bahwa toleransi sebagai konsekuensi yang melekat/ inheren pada interelasi “SUNATULLAH”

Tesis 2
Siapa yang  bisa menyangkal kecuali keikhlasan sepakat menerima, bahwa kita adalah manusia yang bermacam-macam (pluran dan multikultural). Tetapi secara khas hidup sebagai 1 Bangsa yang beridiologi Pancasila.
Bersama-sama duduk sama rata berdiri sama tinggi untuk kesejahteraan hidup bersama.
Tesis 2 menegaskan dengan ikhlas, bahwa toleransi dalam konteks NKRI adalah sunnatuallah.
Ada dua arah ke dalam dan keluar
Kedalam :
1.       Terciptanya masyarakat yang madani
2.       Transformasi positif denga pengetahuan luas dan terbuka pada pengalaman banyak orang
3.       Pasokan informasi yang bebas dari superioritas semu, informasi tentang keragaman kehidupan
4.       Perjumpaan/ encouter jaringan dengan siapapun pihak yang berbeda dengan semangat egaliter/ quality
5.       Dibuat mampu “listening” perbedaan
6.       Dibuat mampu mendapatkann OPPORTUNITY positif dan produktif dari adanya perbedaan.
7.       Terus tanpa henti menegakkan akidahnya sendiri
8.       Dengan jujur mepelajari aspek UNIVERSALITAS IMANnya untuk didorong dengan rendah hati dan rasa hormat menebarkan kesiapapunn juga yang berbeda, satu ayatpun pelru saya sampaikan.
9.       Rajin menyelipkan dalam setiap doanya mohon kerukunan hidup bersama dala mperbedaan-perbedaan
10.   Disadarkan bahwa hidupnya tidak EKSLUSIF
11.   Sendiri, tapi masih ada kelompok lain ynag jugalah diciptakan oleh allah yang sama itu pula.

ke luar:
1.       Berjuang rill membela hak-hak dasar orang lain yang berbeda
2.       Berani dengan benar tetapi hormat melakukan dialog penyadaran kepada kelompok yang dipastikan sektarian.
3.       Proaktif melakukan pencerahan ke masyarakat tentang penghayatan kehidupan yang lebih Moderat
4.       Dengan proaktif, tersengaja mencari sebaran” yang bersifat radikal.

Nasehat beliau“ sukseslah untuk hidupmu bukan karya mu”.


komunikasi efektif dan hambatannya

18.53.00 0


Komunikasi efektif

David K. Berlo dalam bukunya “The Process Of Communication, Harcourt School 1960.” Menyebutkan Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi.
komunikasi efektif Adalah penyampaian pesan yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan dalam bentuk verbal maupun nonverbal yang dapat dipahami komunikan atau trjadi respon.

Analisis 5 unsur komunikasi menurut Lasswell (1960):
1.      Who? (siapa/sumber). Sumber/komunikator adalah pelaku utama/pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai suatu komunikasi,bisa seorang individu,kelompok,organisasi,maupun suatu negara sebagai komunikator.
2.      Says What? (pesan). Apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada penerima(komunikan),dari sumber(komunikator)atau isi informasi.Merupakan seperangkat symbol verbal/non verbal yang mewakili perasaan,nilai,gagasan/maksud sumber tadi. Ada 3 komponen pesan yaitu makna,symbol untuk menyampaikan makna,dan bentuk/organisasi pesan.
3.      In Which Channel? (saluran/media). Wahana/alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator(sumber) kepada komunikan(penerima) baik secara langsung(tatap muka),maupun tidak langsung(melalui media cetak/elektronik dll).
4.      To Whom? (untuk siapa/penerima). Orang/kelompok/organisasi/suatu negara yang menerima pesan dari sumber.Disebut tujuan(destination)/pendengar(listener)/khalayak(audience)/komunikan/penafsir/penyandi balik(decoder).
5.      With What Effect? (dampak/efek). Dampak/efek yang terjadi pada komunikan(penerima) setelah menerima pesan dari sumber,seperti perubahan sikap,bertambahnya pengetahuan, dll.

Tujuan dan bentuk komunikasi efektif
Tujuan dari komunikasi efektif adalah memberi kemudahan komunikan dalam memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator.
Bentuk komunikasi efektif
a.       Komunikasi verbal
·         Disampaikan dengan ihklas
·         Bahasa yang mudah dipahami
·         Menyampaikan pesan dengan ringkas dan jelas
·         Tujuan yang dapat ditangkap jelas oleh komunikan
·         Berlangsung timbal balik

b.      nonverbal
·         Penampilan fisik yang meyakinkan lawan bicara. Body linguistics
·         Sikap tubuh dan gesture.
·         Ekspresi wajah.
·         Sentuhan.

Tipe komunikasi
  • Intrapersonal: Berkomunikasi dengan diri sendiri.
  • Interpersonal: Komunikasi yang dilakukan antara 2 orang.
  • Small group: Komunikasi yang dilakukan lebih dari dua anggota, dimaa anggota kelompok memiliki porsi berkomunikasi secara seimbang.
  • Public: Komunikasi yang dilakukan dalam grup yang besar ,sehingga terlalu besar bagi keseluruhan anggota untuk bisa seimbang dalam berkomunikasi.
  • Komunikasi Massa: terdiri dari beberapa pesan yang ditransmisikan dalam jumlah yang besar kepada beberapa orang sekaligus pada saat bersamaan. Disalurkan melalui berbagai sumber baik Elektronik,cetak,Televisi, radio, Majalah dll. Tidak ada kontak secara personal antara pengirim dan penerima pesan.
  • Komunikasi Interaktif: ada stimulus dan respon

Hambatan

Hambatan adalah faktor-faktor yang dapat mengganggu penerimaan suatu pesan. Karena terganggu maka penerima pesan juga bisa salah dalam memaknai balik pesan yang diterima. Faktor yang berpotensi menjadi penghambat dalam komunikasi yang efektif adalah:[2]
  1. Perbedaan Status sosial antara komunikan dan komunikator. misalnya saja karyawan harus tunduk atau patuh terhadap apapun yang dikatakan atasannya, sehingga karyawan tersebut takut menyampaikan aspirasi atau pendapatnya.
  2. problem semantik, menyangkut bahasa yang digunakan komunikator dalam menyampaikan pesan. Kesalahan penyebutan bisa mengakibatkan sebuah kesalah - pahaman dan beda penafsiran.
  3. Distorsi persepsi, disebabkan perbedaan cara pandang yang sempit pada diri sendiri dan perbedaan cara berpikir pada orang lain. Hal ini menimbulkan hambatan perbedaan persepsi dan wawasan satu dengan yang lainnya.
  4. Perbedaan Budaya, dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras dan bahasa serta agama yang berbeda sehingga ada beberapa penggunaan kata yang memiliki arti berbeda pada tiap suku.
  5. Gangguan fisik, gangguan lingkungan fisik seperti suara riuh orang-orang, suara petir,hujan dan cahaya yang kurang jelas.
  6. Keterbatasan saluran komunikasi, gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi misal sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang tenggelam, atau gambar yang buram.
  7. Tidak ada umpan balik/tanggapan, hambatan dimana pesan yang disampaikan sang pengirim tidak di beri tanggapan. Maka yang selanjutnya terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia dan tidak efektif.

      Pada dasarnya komunikasi efektif adalah komunikasi yang bisa diterima dan dipahami oleh komunikan, sehingga terdapat respon yang berpengaruh bagi komunikan. Sekalipun komunikasi yang dilakuakan menggunakan bullet teori (komunikasi satu arah].


PPC Iklan Blogger Indonesia