Peran Dan Pengaruh Media Dalam Membentuk Karakter

20.58.00 0
Peran Dan Pengaruh Media Dalam Membentuk Karakter


           
Pendahuluan
         Komunikasi sangat dibutuhkan untuk interaksi sesama manusia,komunikasi dan media masa menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.(Ngainun Naim, 2011:17).
         Media dengan segala varian, telah berperan besar membentuk jenis-jenis manusia masa kini.Juga telah menjelma seperti serigala yang menyeringai.Mengancam  segala jenis mangsa,


terutama manusia muda. Kita tidak lagi heran ketika segala sesuatu sudah berada di ujung jari kita.Semua tersedia dengan sekali ‘klik’, dari yang berguna sampai yang berbahaya, dari yang layak dilihat sampai yang tak patut ditonton. Semua ada, semua pihak berhak mengaksesnya.(Ali Rifan dkk, 2012:4).
         Kemajuan jaman dan teknologi memang tidak bisa lepas dari kehidupan zaman sekarang.Bahkan seharusnya kemajuan peradaban ini bisa membuat para pelajar semakin berkarakter.Karena apabila dibandingkan dengan masa silam, pembentukan karakter masa kini terbilang lebih mudah dan berpengaruh.Hal ini karena pengaruh media yang besar, bahkan pengaruh media bisa mengalahkan pengaruh negara.Tak bisa lepas dari media, itulah gambaran masyarakat modern sekarang.Termasuk Remaja/pelajar sekarang pun tak di pungkiri sangat memerlukan peran media.Sehingga tak berlebihan apabila era sekarang disebut sebagai eranya media.Namun, nampaknya media sekarang tidak peduli dengan perkembangan karakter Remaja.Media sekarang hanya peduli dengan berapa banyak uang yang masuk ke kantong tebal mereka.Media sekarang hanya menjadi alat propaganda kepentingan-kepentingan yang menjerumuskan kepalsuan. (http://edukasi.kompasiana.com/2012/12/20/peran-media-dalam-membentuk-karakter-pelajar-517451.html 23 november 2014).

 II.         Pembahasan
1.      Peran positif media dalam masyarakat
         Sebelum bicara lebih lanjut tentang peran media massa, kita mulai dulu dengan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan karakter dan pembentukan karakter tersebut. Secara sederhana, karakter dapat diartikan sebagai tabiat, perangai, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang yang lain. Maka, membangun karakter sebenarnya adalah proses mengukir atau menempa jiwa sedemikian rupa, sehingga berbentuk unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain.
Proses pembentukan karakter bermula dari pengenalan nilai-nilai secara kognitif, yang berlanjut dengan penghayatan nilai-nilai secara afektif, yang diharapkan berujung pada penerapan dan pengamalan nilai-nilai tersebut secara nyata dalam kehidupan (praksis). Sebelum terwujud pengamalan nyata, dalam diri manusia bersangkutan harus bangkit keinginan atau dorongan alamiah yang sangat kuat (tekad), untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut.
         Di sisi lain, benar juga bahwa pembentukan karakter bukan cuma terjadi di lembaga sekolah, melalui interaksi antara murid dan guru. Pembentukan karakter juga terjadi di rumah (lewat interaksi dengan orangtua, saudara, kerabat), lingkungan sekitar (interaksi dengan pemuka masyarakat, ustadz, rohaniwan, jamaah masjid, teman, dan sebagainya), dan media massa.(http://satrioarismunandar6.blogspot.com/2012/03/peran-media-massa-dalam-pembentukan.html, 23november2014).
         Media massa sangat berperan dalam perkembangan atau bahkan perubahan pola tingkah laku dari suatu masyarakat, oleh karena itu kedudukan media massa dalam masyarakat sangatlah penting. Dengan adanya media massa, masyarakat yang tadinya dapat dikatakan tidak beradab dapat menjadi masyarakat yang beradab. Hal itu disebabkan, oleh karena media massa mempunyai jaringan yang luas dan bersifat massal sehingga masyarakat yang membaca tidak hanya orang-perorang tapi sudah mencakup jumlah puluhan, ratusan, bahkan ribuan pembaca, sehingga pengaruh media massa akan sangat terlihat di permukaan masyarakat.
         Ahli komunikasi massa Harold D Lasswell dan Charles Wright (1954) dalam Akmadsyah Naina dkk (2008: 461-462), menyatakan terdapat empat fungsi sosial media massa, yaitu:
Pertama, sebagai social surveilance. Pada fungsi ini, media massa termasuk media televisi, akan senantiasa merujuk pada upaya penyebaran informasi dan interpretasi seobjektif mungkin mengenai peristiwa yang terjadi, dengan maksud agar dapat dilakukan kontrol sosial sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam lingkungan masyarakat bersangkutan.
Kedua, sebagai social correlation. Dengan fungsi korelasi sosial tersebut, akan terjadi upaya penyebaran informasi yang dapat menghubungkan satu kelompok sosial dengan kelompok sosial lainnya. Begitupun antara pandangan – pandangan yang berbeda, agar tercapai konsensus sosial.
Ketiga, fungsi socialization. Pada fungsi ini, media massa selalu merujuk pada upaya pewarisan nilai-nilai  luhur dari satu generasi ke generasi selanjutnya, atau dari satu kelompok ke kelompok lainnya.
Keempat, fungsi entertainment. Agar tidak membosankan, sudah tentu media massa perlu juga menyajikan hiburan kepada khalayaknya. Hanya saja, fungsi hiburan ini sudah terlalu dominan mewarnai siaran televisi kita, sehingga ketiga fungsi lainnya, seolah telah terlupakan.Untuk itu, fungsi hiburan haruslah ditata agar seimbang dengan 3 (tiga) fungsi lainnya.
Sejatinya, keempat fungsi media massa tersebut bersinergi dan sinkron dalam rangka menyajikan tontonan yang sehat. Sebab, hanya dengan tontonan yang sehat sajalah yang nantinya dapat melahirkan generasi yang sehat.Generasi yang memiliki karakter bangsa. Dalam hal inilah, kesadaran masyarakat dunia pada umumnya dan Indonesia secara khusus perlu bertekad dan berkomitmen untuk mengupayakan agar ke depan jangan lagi mau membiarkan diri dan keluarganya didikte oleh siaran televisi yang tidak mendidik dan bahkan merusak pembangunan karakter bangsa bagi masyarakat (warga negara) dalam pembangunan bangsa ke depan.
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa: Peran media massa dalam mentransformasikan nilai-nilai kebangsaan merupakan suatu yang sudah seharusnya dan media kita sesungguhnya sudah dan terus melakukannya. Persoalan yang ada, media cukup kesulitan mengangkat nilai-nilai kebangsaan dalam bentuk nyata karena tidak atau belum menemukan nara sumber, tokoh atau fakta-fakta yang dapat atau benar-benar layak menjadi ikon, panutan dalam mentransformasikan nilai-nilai kebangsaan yang relevan dengan kondisi  kehidupan saat ini.
Peran media massa dalam pembangunan karakter bangsa, haruslah berlandas pada perspektif budaya Indonesia yang meletakkan landasannya dalam kerangka negara kesatuan, dengan keanekaragaman budaya yang memiliki nilai-nilai luhur, kebijaksanaan dan pengetahuan lokal yangarif dan bijaksana (local wisdom and local knowledge). Media televisi di Indonesia harus mampu menggali dan menjadikannya sebagai norma acuan atau tolok ukur di dalam melakukan penyiarannya.
Media massa mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam membangun masyarakat yang memiliki karakter karena perannya yang sangat potensial untuk mengangkat opini publik sekaligus sebagai wadah berdialog antar lapisan masyarakat. Terkait dengan isu keragaman budaya (multikulturalisme), peran media massa seperti pisau bermata dua, berperan positif sekaligus juga berperan negatif. Peran positif media massa berupa: (1) kontribusi dalam menyebarluaskan dan memperkuat kesepahaman antarwarga; (2) pemahaman terhadap adanya kemajemukan sehingga melahirkan penghargaan terhadap budaya lain; (3) sebagai ajang publik dalam mengaktualisasikan aspirasi yang beragam; (4) sebagai alat kontrol publik masyarakat dalam mengendalikan seseorang, kelompok, golongan, atau lembaga dari perbutan sewenang-wenang, (5) meningkatkan kesadaran terhadap persoalan sosial, politik, dan lain-lain di lingkungannya.(http://fkipunsa.ac.id/jurnal/peran-media-massa-dalam-pembentukan-karakter-2.html 27 november 2014).
Ciri-ciri dan fungsi komunikasi massa
Komunikasi masa adalah komunikASI MELAlui media massa.
a)      Ciri-ciri komunikasi masa adalah:
1)      Komunikasi massa berlangsung satuarah.
2)      Komunikator pada komunikasi melembaga.
3)      Pesan pada komunikasi masa bersifat umum.
4)      Media komunikasi massa menimbulkan keserempakan.
5)      Komunikan Komunikasi massa bersifat heterogen.
b)      Fungsi komunikasi massa
1)      Informasi.
2)      Sosialisasi
3)      Motivasi
4)      Perdebatan dan diskusi
5)      Pendidikan
6)      Memajukan kebudayaan
7)      Hiburan
8)      Integrasi. (Onong Ucjhana, 2011:28).

2.      Peran negative media dalam masyarakat
Peran negatif media massa dapat berujud sebagai berikut: (1) media memiliki dan kekuatan “penghakiman” sehingga penyampaian yang stereotype, bias, dan cenderung imaging yang tidak sepenuhnya menggambarkan realitas bisa nampak seperti kebenaran yang terbantahkan; (2) media memiliki kekuatan untuk menganggap biasa suatu tindakan kekerasan. Program-program yang menampilkan kekerasan yang berbasiskan etnis, bahasa dan budaya dapat mendorong dan memperkuat kebencian etnis dan perilaku rasis; (3) media memiliki kekuatan untuk memprovokasi berkembangnya perasaan kebencian melalui penyebutan pelaku atau korban berdasarkan etnis atau kelompok budaya tertentu; (4) pemberitaan yang mereduksi fakta sehingga menghasilkan kenyataan semu (false reality), yang dapat berakibat menguntungkan kepentingan tertentu dan sekaligus merugikan kepentingan pihak lain. (http://fkipunsa.ac.id/jurnal/peran-media-massa-dalam-pembentukan-karakter-2.html 27november 2014).
Pengaruh media masa terhadap masyarakat
            Media juga memiliki pengaruh penting dalam mengonstruksi pola pikir orang kebanyakan.
a.      Generasi muda terhadap media
Kecenderungan pemuda saat ini ialah kerap kali pemuda melakukan hal-hal yang tidak urgen; berlama-lamaan di warnet atau game online, tak ketinggalan juga di rental playstation.
Media, seakan telah merasuki generasi ini dengan beragam tipu muslihatnya.Media, berhasil mengalihkan perhatian mereka untuk tenggelam dalam penggalan-penggalan waktu.Tanpa pernah terbesit untuk sedikit berfikir logis dan futuristic demi dirinya sendiri, apalagii untuk masyarakatnya, lebih-lebih untuk bangsanya. Dan telah nyata, bahwa ketidaksadaran akan fungsi media yang sebenarnya telah membuat generasi muda alpa, bahwa kelak mereka yang akan menentukan arah bangsa ini: kearah kemajuan atau keterpurukan. Jika hal ini tidak di sadari, maka media hiburan akan terus mengendalikan kejiwaan para calon pemimpin bangsa.
Saluran-saluran televisi di Indonesia berlomba-lomba untuk menarik animo penonton dengan berbagai cara. Termasuk yang sedang marak dan banyak digandrungi saat ini adalahacara-acara yang erat kaitanya dengan musik, baik berupa kuis ataupun berupa penampilan-penampilanpara musisi ternama. Diacara-acara seperti inilah animo penonton melonjak hebat, baik penonton lagsung  maupun yang dirumah, terutama kalangan pemuda. Tak ayal,pemasukan finansial bagi TV yang bersangkutan melonjak, space iklanyapun menjadi rebutan perusahan-perusahaan industri.
Dari segi finansial-material memang positif, tetapi pertantyaanya bagaimana jika fenomena tersebut dilihat dari segi moralnya?
Acara yang sifatnya hiburan lebih mendominasi daripada penddikan, bagimana mungkin lagu tentang percintaan (atau bahkan perselingkuhan) bis amenjadi sarana pendidikan? Yang ada hanya terciptanya generasi muda yang haus akan nada cinta. Ironis memang, tapi tak bisa dipungkirikenyataanya.Tak heran jika anak SD saat ini sudah berani bernyayi tentang cinta, rindu dan sayang bahkan ada yang sudah berpacaran.(Ali Rifan dkk, 2012: 5-6).
Yah memang itulah yang dicontohkan oleh media, sebab manusia mempunyai tabiat rekam dan remix.(Wahyu Aditya, 2013: 39).
Tanpa kita sadari media telah mempermainkan generasi muda, ketidak sadaran ini akan terus berlanjut secara terus menerus. Padahal seharusnya pemudalah yang harus memperbudak media demi kepentingan bangsa, bukan sebaliknya.(Ali Rifan dkk, 2012:7).
b.      Dunia Fatamorgana
Masyarakat modern kini tengah berada di dalam dunia kepura-puraan, dunia fatamorgana dan gossip.Ironisnya, mereka percaya pada kepura-puraan itu. Setiap hari mereka disuguhi film dan iklan-iklan yang menawarkan gaya ‘wah’ dengan klip yang bebas moral, juga serat kepura-puraan.
Masyarakat “dipaksa” percaya pada berbagai tayangan, tak heran jika para remaja putra tergiur oleh dunia kepura-puraan, bermimpi mendambakan tubuh seperti model dalam iklan dan film.Bahkan jika ada keajaiban ingin persis seperti mereka.
Berbagai tindak kriminal berupa seks bebas dan kekerasan di dunia hakekatnya merupakan “didikan” dari dunia kepura-puraan.Berbagai tindak kriminal berupa KKN dilakukan masyarakat hakekatya implikasi dari dunia kepura-puraan juga. Mengapa tidak bukankah sinetron dan film-film  sselalumenawarkan enaknya kehidupan mewah? Jalan pintas menuju kemewahan itu tak lain adalah KKn.
“Maka pantas menurut sosiolagi Akbar S. Ahmad (1997) bahwa media televisi di zaman modrn telah menumbuhkan gejala pemujaan tubuh dan personifikasi gaya hidup baru”.
Televisi lewat berbagai menu acaranya telah membius masyarakat.
Televisi kini telah melangkah lebih jauh. Televise bukan saja mempengaruhi sikap dan gaya hidup, tetapi juga sanggup merubah idiologi seseorang bahkan mungkin agama. Sebagaimana komestik telah menjadi idiologi kawula muda yang kini sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mereka.
Pantas jika Aldous Huxley, seorang pengarang fiksi ilmiah terkemuka pernah meramalkan ihwal kehancuran spiritualitas (iman) akibat gencarnya tayangan kepura-puraan televisi.Bahkan Aldous Hukley dalam Brave New World, salah satu buku karangannya menyebut televisi sebagai “musuh berwajah ramah”.
Begitu pula Neil Postman dalam bukunya Amusing Ourselvess to death, yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia Menghibur Diri Sampai Mati (Sinar Harapan, 1995).Menulis bahwa saat ini orang tengah menghibur diri sampai mati.Hal itu dikarankan format televisi ditujukan untuk hiburan bukan untuk sarana pendidikan.
Ironisnya yang menjadi pondasi hiburan itu sendiri adalah tayangan yang mengandung unsur VHS (violience, horror, seks) atau kekerasan, horror, dan pornografi.Bisa dibayangkan jika VHS sudah di jadikan hiburan, maka bukan hal mustahil jika dalam kehidupan sehari-hari pun praktek ketiga unsur tersebut dijadikan hiburan saja.Merampok membunuh, zina atau seks bebas dan lain-lain bukan lagi suatu aib, semuanya dianggap biasa-biasa saja bahkan mungkin dianggap hanya hiburan. (Abu Al-Ghifari,2006:29-32).
c.       Nabi itu bernama artis
Benar apa yang dikhawatirkan Brian S. Turner, Guru besar pada Universitas Flinders, Australia ketika ia mengomentari gagasan pasca modernism Akbar S. Ahmed bahwa ancaman terhadap Islam bukan datang dari warisan Yesus, melainkan dari warisan Madona.
Dunia modern tengah mengalami ancaman degradasi moral secara global. Generasi muda yang tak terbatas pada geneasi islam saja tengah dihadapkan pada penghancuran moral besar-besaran. Dunia modern telah mendesain sedemikian rupa agar artis dijadikan idola remaja yang pada giliranya artis tersebut digunakan untuk model iklan tertentu. Secara otomatis iklan yang dibintangi artis tersebut akan laris di pasaran dan menjadi tren dikalangan remaja.
Artis di zaman modern telah berubah menjadi nabi baru.Segala ucap dan gerak langkah mereka menjadi panutan. Simak bagaimana enaknya masyarakat menirukan gaya berbicara artis dalam iklan. Atau bagaimana ia menirukan cara artis berpakaian. Tak jarang mereka berbuat seperti halnya artis saat berakting, membunuh, mencaci, memfitnah,berkelahi, dan hubungan badan.
Kita bisa melihat begitu hebatnya pengaruh media dalam menggembar-gemborkan artis. Sehingga tatkala seorang artis manca Negara datang ke Indonesia, mereka rela antri berjam-jam untuk mendapatkan tiket, bahkan tak jarang mereka menagis histeris tatkala artis yang dipujanya  itu terlihat dengan mata kepala sendiri. Apa sebenarnya yang mereka cari? Secara akal sehat, yang mereka dapatkan hanyalah kerugian materi, waktu dan tenaga.  (Abu Al-Ghifari, 2006: 33-35).
Akibat gencarnya tayangan yang menggambarkan pentingnya sebuah penampilan menarik, maka muncullah bentuk pemujaan tubuh.Media terus menerus mempropagandakan bahwa makna hidup sesungguhnya ada pada penampilan menarik.
         Menurut Akbar S. Ahmed, bagi wanita modern zaman media adalah perangkap keindahan yang menggiurkan. Penampilan wajhnya harus anggun namun aktraktif, tubuhnya sintal, bibirnya sensual, langsing dan memiliki daya pikat seksual, pakaianya mutakhir.Wanita tidak boleh buruk nafas, berjerawat, apalagi bau badanya.Media terus-menerus mempropagandakan hal tersebut.
berbagai prodduk kecantikan dan model pakian bermunculan.heranya produk-produk itu bukan sekedar produk biasa, tetapi juga membawa kesan-kesan tersendiri. Misalnya jika memakai bedak’A’, seseorang dikesankan sebagai remaj gaul, moderndan akn dikejar-kejar laki-laki. Lipstick ‘B’, yang dalam iklan memakai model seorang ratu dunia, dikesankan sebagai gaya hidup selebritis dunia, memakai produk tersebut berarti mengikuti jejak sang ratu tersebut.
Era modern juga selalu menggembar-gemborkan pentingya penampilan tubuh yang langsing, sintal dan sehat.Televisi, tabloid dan majalah setiap hari mengiklankan produk-produk berteknologi canggih untuk melangsingkan tubuh, menghilangkan jerawat, menghancurkan lemak dan lain-lain.
Budaya modernisasi melahirkan remaja-remaja yang doyan pamer aurat. Di jalan-jalan mereka sudah tidak rishi lagi dengan pakaian yang ketat dan nyaris terbuka atau rok mini dengan kaos you can see serta jeans bolong dan ketat.dandanan wajah dan potongan rambut yang tidak karuan. Lebih menghawatirkan dari semua itu ialah budaya hidup bersama (free sex) yang tercermin dari bebasnya mereka bergal dan bergerombol dengan lawan jenis.
Sementara itu remaja muslim saat ini tak lebih dari korban keganasan modernisasi. Mereka terimbas dengan mode pakaian yang lahir dari budaya non islam. Akibatnya muncul kesan bahwa yang baik dan benar adalah apa yang datang dari Barat. Tak heran jika merebaknya remaja mengunakan kerudung namun pakaian dan celananya ketat, hal ini sulit ditanggulangi karna remaja sudah terbelenggu iming-.iming gaya selebritis dari dunia entertaimen.
Media global telah membentuk pola piker masyarakat menjadi instan.Mereka terus-menerus diberi mimpi, harus ini dan itu. Segala produk dicoba dengan harapan mimpinya tercapai yaitu ingin terlihat gaul dan seperti selebritis idolanya. Padahal jika mau jujur mungkin mereka hanya pura-pura memberikan tips-tips kesempurnaan tubuh, yang hakikatnya hanya bisnis semata. (Abu Al-Ghifari,2006:26-28).

 III.      Penutup
Dari uraian di atas dapat disimpulkan beberapa hal antara lain:
1.      Media masa sangat bisa menjadi kawan dan lawan.
2.      Media bagaikan pedang bermata dua (terdapat negative positif).
3.   Media massa sangat berperan dalam perkembangan atau bahkan perubahan pola tingkah laku dari suatu masyarakat


DAFTAR PUSTAKA

Abu Al-Ghifar, Kudung Gaul berjilbab tapi telanjang, Mujahid press, Bandun, 2006.

Ngainun Naim, Dasar-dasar Komunikasi Pendidikan, Ar-Ruzz Media, Jogjakarta, 2011.

Ali Rifan dkk, Indonesia Hari Esok, Obsesi Pers, purwokerto, 2012.

Wahya Aditya,Sila Ke EnamKreatif Sampai Mati, Bentang Pustaka, Yogyakarta,2013.

Onong Uchjana, Ilmu Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2011.








CONTOH MAKALAH PENGANTAR MANAJEMEN

05.34.00 0
REVISI
PENGANTAR MANAJEMEN
DI BUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR MANAJEMEN



OLEH : MUHAMMAD FUAD FACHRUDIN
NIM : 20130730261
DOSEN : SUTRISNO,SEI.,M.Si

EKONOMI DAN PERBANKAN ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
TAHUN 2013/2014


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah  SWT. yang telah memberikan waktu, kesempatan, dan kemudahan penulis untuk menyelesaikan makalah Pengantar Manajemen ini.
Sebelum masuk pada isi di dalam makalah ini mungkin diantara kita sudah tidak asing dengan kalimat manajemen dan ketika istilah manajemen banyak diadopsi oleh para pihak dalam berbagai bidang kehidupan, orang dengan mudah menganggap bahwa manajemen merupakan suatu konsep yang sangat sederhana. Akhirnya, orang dengan mudah merangkai kata manajemen dengan permasalahan yang harus dipecahkan. Tetapi pada kenyatannya manajemen bukanlah konsep yang sangat sederhana dan semudah seperti kita membalik telapak tangan,karena manajemen adalah sumber dari segala sumber konsep yang akan kita lakukan, dalam segi berorganisasi, berwira usaha, sampai kesegala seluruh aspek kehidupan kita semua tak lepas dari menejemen.
Maka dari itu di dalam makalah ini akan menjelaskan tentang pengenalan atau pengantar manajemen yang di dalamnya berisi definisi, proses, pembagian, sejarah, dan evolusi manajemen. Agar penulis khususnya dan kepada pembaca lebih mengerti tertang manajemen.
Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen dengan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang kami miliki dan bantuan dari beberapa referensi. Dan kami ucapakan kepada Sutrisno SEI., M.Si, selaku dosen mata kuliah Pengantar Manejemen yang telah memberikan tugas ini semoga makalah ini berguna dan dapat membantu kita di segala semua aspek kehidupan, amiiin.


Yogyakata, 3 Januari 2014
Penulis,

M.Fuad Fachrudin
DAFTAR ISI

COVER .......................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI .................................................................................................................. 3
RINGKASAN BERDASARKAN MAKALAH ................................................. 12
RINGKASAN PRIBADI ..................................................................................... 13
HASIL WAWANCARA ............................................................................................. 14





BAB 1
PENDAHULUAN

      A.    LATARBELAKANG
            Istilah manajemen berasal dari kata management (bahasa inggris), berasal dari kata “ to manage “ yang artinya mengurus  atu tata laksana. Sehinnga manajemen dapat di artikan bagaimana cara megatur,membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi bawahannya agar usah yang sedang dikerjaan dapat mrncapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumya sedangkan pengertian umumnya Manajemen adalah proses merencana, mengorganisasi, mengarahkan, mengorganisasikan serta mengawasi kegiatan mencapai secara efisien dan efektif tujuan organisasi atau Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah di tetapkan (Stoner).
            Manajemen merupakan ilmu dan seni di mana terdapat 4 utama fungsi yaitu dalam manajemen:
            Perencanaan (planning), Pengorganisasian (Organizing), Pengarahan (Acuating) dan Pengawasan (Controling). Selain penjelasan tentang apa yang di maksud pengantar manajemen dan proses manajemen diatas terdapat juga evolusi teori-teori manajemen klasik, dan Bagamaina teori manajemen dapat berevolusi.

      B.     RUMUSAN MASALAH
            Dengan latar belakang yang sudah di jelaskan sebelumnya kami akan membahas masalah mengenai:
1.      Bagaimana sejarah ilmu manajemen?
2.      Apa yang di maksud manajemen?
3.      sebutkan proses dan pembagian manajemen ?
4.      Apa yang di maksud evolusi teori manajemen?
5.      Bagamaina teori manajemen dapat berevolusi?


      C.    TUJUAN
            jika di lihat rumusan masalah di atas, bahwa makalah ini mempunyai tujuan :
1.      Agar mengetehui asal-asul atau sejarah manajemen
2.      Agar kita semua mengetahua dan mengerti apa yang di maksud dengan menejemen.
3.      Mengetahui alur atau tahapan-tahapan  dan pembagian manajemen .
4.      Lebih memehami manajemen berevolusi.
5.      Memahami teori manajemen dapat berevolusi.


BAB 2
PEMBAHASAN

      A.    SEJARAH ILMU MANAJEMEN
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen, namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang tanpa memedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
Piramida di Mesir Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.


Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota VenesiaItalia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi moderen saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal; pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan yang dikembangkan oleh Henry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.


     B.     DEFINISI MENEJEMEN
Ada beberapa tokoh mendefinisikan manajemen sebagai berikut:
1.      Ensiclopedia Of The Social Sciences
Diartikan sebagai proses pelaksanaan suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diawasi.
2.      Mary Parker Follet
Diartikan manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
3.      Thomas H. Nelson
Manajemen perlahan adalah ilmu dan seni memadukan ide-ide, fasilitas, proses, bahan dan orang-orang untuk menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat dan menjualnya dengan menguntungkan.
4.      G.R. Terry
Manajemen diartikan sebagai proses  yang khas yang terdiri atas perencanaan,pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaran-sasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Manajemen juga sering di definisikan sebagai  “Seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. “ Selain itu, manajemen juga dapat diartikan suatu proses perencanaan pengorganisasian pemimpinan dan pengendalian anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

     C.    PROSES DAN PEMBAGIAN MANAJEMEN
a.      Proses Manajemen
Kita mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses karena semua manajer apapun keahlian dan keterampilannya terlibat dalam kegiatan – kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan organisasi.
Dan di bawah ini adalah proses-proses manejemen yang menjelaskan planning,organizing,actuating, dan controling:
1.      Perencanaan ( Planning ):
Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

2.      Pengorganisasian ( organizing ) :
Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh,sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif,dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efesien guna pencapaian tujuan organisasi.
3.      Pengarahan ( actuating ):
Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
4.      Pengendalian ( controling ):
Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

b.      Pembagian Manajemen :
Mnajemen di bagi menjadi empat yaitu:
1.      Manajemen Sumber Daya Manusia:
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh SDM yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagiamana SDM yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
2.      Manajemen Operasional:
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen,dengan teknik produksi yang seefesien mungkin,dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produksi akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.
3.      Manajemen Pemasaran:
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen,dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.


4.      Manajemen Keuangan:
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh,dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.

      D.    EVOLUSI TEORI MANAJEMEN
Manajemen ilmiah : Penggunaan metode-metode ilmiah untuk merumuskan “ satu-satunya jalan terbaik” untuk dan sesudah terbitnya buku itu memantapkan Taylor sebagai “Bapak manajemen ilmiah”.
Pelopor-pelopor manajemen ilmiah:
1.      Frederick W. Taylor
Taylor berusaha menciptakan suatu revolusi mental Siantar baik para pekerja maupun para manajer dengan merumuskan pedoman pedoman tegas untuk memperbaiki efisiensi produksi efisien produksi.
2.      Charles babbage
Babbage merupakan penganjur awal prinsip pembagian kerja, Ia percaya bahwa setiap pekerjaan dalam pabrik harus dipecah sehingga bermacam macam keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan sehingga lebih efisien.
Tokoh-tokoh lain dalam manajemen ilmiah yaitu :
1.      Henry L. Gantt
Ganttmeninggalkan sistem pengupahan diferensial karena mempunyai dampak motivasi yang terlalu kecil, dia kemudian mengajukan gagasan baru yaitu setiap pekerja yang menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya untuk suatu hari berhak menerima bonus dan ia juga menambahkan motivasi kedua yaitu mandor Ian menerima bonus apabila semua pekerja juga mencapai standar itu. Sehingga para pekerja melakukan pekerjaannya dan lebih baik.
2.      Henri Fayol
Henri Fayol mengungkapkan prinsip-prinsip manajemennya sebagai berikut:
1)        Pembagian kerja (Division Of Labor)
2)        Otoritas atau wewenang (Authority)
3)        Disiplin
4)        Kesatuan perintah dan arah
5)        Mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi
6)        Pemberian upah
7)        Pemusatan
8)        Tata tertib
9)        Kestabilan staf dan jenjang jabatan
10)    Inisiatif dan semangat Korps
11)    Jenjang jabatan
12)    Kesamaan

       E.     BAGAIMANA MANAJEMEN DAPAT BERVOLUSI
1.      Dominasi.
Satu aliran akan muncul menjadi yang paling berguna.dengan menggunakan gagasan-gagasan dari aliran lain, pendekatan yang dominan akan mendesak aliran lainnya dari bidang ini. Ini belum terjadi Sekarang, asing-masing pendekatandiketahui memberikan sumbangan pandangan yang kuat, dan memberikan “alat” dalam mengembangkan teori manajemen.
2.      Divergensi/penyimpangan.
Masing-masing aliran utama dapat membelok dari jalurnya, dengan sedikit saja pengaruh dari teori yang lain. Ini pun belum jelas terjadi saat ini.
3.      Konvergensi/penggabungan.
Konvergensi ini tidak merata, contohnya: peralatan khusus dan model matematika yang canggih dari lmu manajemen belum diterima secara luas oleh pemikir-pemikir yang tidak berorientasi pada teknik. Nyatanya, beberapa orang melihat kecenderungan pas konvergensi sebgai dominasi satu aliran pada aliran lainnya.
4.      Sintesis.
Ahli-ahli teori yang lain memandang konvergensi yang terlihat sekarang ini akan mengarah pada intregasi perspektif aliran-aliran yang ada.
5.      Penambahan aliran baru.
Sebagai kemungkinan terakhir, masih akan timbul lebih banyak aliran/perspektif. Sekali lagi, sampai tingkat tertentu hal ini mungkin akan terjadi. Pada tahun 1961, dalam suatu tulisan yang terkenal, “The Manajemen Theory Jungle,” Harold Koontz melihat enam aliran utama teori manajemen . hampir dua puluh tahun kemudian menemukan sebelas (dua kali lipat) namun banyak pendekatan baru tidak kelihatan baru, tetapi memfokuskan perhatian pada sejumlah hal tertentu.

BAB 3
PENUTUP

RINGKASAN
A.  RINGKASAN BERDASARKAN MAKALAH
Sampai sekarang Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen, tetapi di duga manajemen talah ada ribuan tahun lalu dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir yang di bangun lebih dari 100 orang selama 20 tahun, karena tidak mungkin piramida itu berdiri rapi tanpa seorang manajer yang mengatur sampai berdiri bangunan yang luarbiasa ini. Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota VenesiaItalia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan.Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal; pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut, danmanajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.
Banyak sekali definisi-defini manajemen yang di kemukakan para tokoh-tokoh manajemen tatapi di seluruh definisi dapat di ambil kesimpulan bahwa manajemen juga sebagai  “Seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. “ Selain itu, manajemen juga dapat diartikan suatu proses perencanaan pengorganisasian pemimpinan dan pengendalian anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen merupakan ilmu dan seni di mana terdapat 4 utama fungsi yaitu dalam manajemen Perencanaan(planning),Pengorganisasian(Organizing), Pengarahan(Acuating) dan Pengawasan (Controling). Dan sealain itu manajeen juga di bagi manjadi beberapa bagian yaitu manajemen sumber daya manusia, operasional, keuangan dan keuangan.
Tiga aliran pemikiran manajemen yang telah mapan yaitu klasik, prilaku, dan kuantitatif telah menyumbangkan kepada para manager pengetahuan tentang organisasi dan pada kemampuanya mengelola. Masing-masing aliran memberikan perspektif yang berbeda dalam menentukan masalah manajemen dan peluang dan dalam peluang, mengembangkan cara untuk menghadapinya
             selain itu Manajemen juga dapat berovolusidi karenakan adanya dominasi, divergensi/penyimpangan, sinteteis, danpenambahan alairan baru.

B.RINGKASAN PRIBADI
            Dengan penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa manajemen bukanlah ilmu yang baru lahir tetapi manajemen adalah ilmu yang sudah ada sejak lama dengan bukti-buki yang sudah di jelaskan pada kesimpulan makalah.
            Manajemen adalah suatu lingkup proses yang di dalamnya berisi tentang perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, pengawasan yang semua itu bertujuan untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan.
            Di dalam proses manajemen terdapat beberapa fungsi yaitu planning(perencanaan), organizing(pengorganisasian), actuating(pergerakan), dan controling(pengawasan)
            Evolusi manajemen mempunyai 3 pemikiran yang mapan yaitu klasik, prilaku, dan kuantitatif yang semuanya telah menyumbangkan devinisi yang membantu para manajer-menejer tentang keilmuan dan kemampuan untuk mengelola suatu organisasi.
            Manajemen dapat berovolusi di karenakan adanya dominasi, divergensi/penyimpangan, sinteteis, dan penambahan alairan baru.












HASIL WAWANCARA

          BIODATA NARASUMBER
            Nama : Zaini Rahman
            Tempat tanggal lahir : Tulang Seluang, 15 Februari 1985
            Status : Menikah.
            Jabatan : Accoun Manager PT. Shell Indonesia
            Jumlah anak : 1 (kandung)
            Alamat : Banjar Baru, Kalimantan.
            Riwayat pendidikan : TK Aisyah Bantul, Metro, Lampung
SDN 2 Bantul,Metro Lampung
MAN 2 Metro, Lampung
Institut sains & Teknologi Akprindo Yogyakarta

            ALAMAT PERUSAHAAN
            Nama perusahaan : Shell Indonesia
            Alamat perusahaan : Jl. Jend A. Yani 36-38 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
            Website : Www.Shell.com

WAKTU WAWANCARA
            Hari / tanggal : Jum’at 10 Januari 2014
            Waktu : 10.00 Wib.
            Tempat : Jl. Parang tritis km.7 bertepatan pada saat acara keluarga bapak Zaini. 


DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA
1.      Bapak bekerja di perusahaan apa dan kedudukan bapak apa di di dalam perusahaan bapak?
2.      Bagaimana menejemen menurut bapak dan seberapa penting manejemen bagi perusahan bapak?
3.      manajemenapa yang relevan di perusahaan bapak?
4.      Apa saja Faktoryang membuat manajemen tidak berjalan lancar di perusahaan bapak?
5.      Bagai mana cara mengatasi orang yang tidak sependapat dengan manajemen yang telah di terapkan di perusahaan bapak?

DAFTAR JAWABAN
1.      Nama perusahaan PT.Shell Indonesia
Jabatan Accoun Manager
2.      Pengertian dasar dari managemen adalah Mengatur dan melaksanakan.Jadi suatu perusahaan harus dan wajib menggunakan sistem managemen,Tanpa managemen yang baik dalam arti managemen yang terstruktur/terkontrol perushaan tersebut akan lebih baik.
3.      Di perusahaan bapak manggunakan manajemen SDM di pakai oleh defisi marketing, manajemen pemasaran dan dalam prosesnya pun sama ada plainning, organizing, actuating, leading,coordinating, motivating, controling, reporting itu semua harus ada di dalam perusahaan bapak.
4.      Biasanya lebih dominan di marketing/sales tetapi sebenarnya saling mendukung, contoh marketing tanpa stok atau produksi tidak bisa dan begitu juga sebaliknya sales sport juga keteteran.
Jadi begini untk lbh jlasnya, stock (oli, grease, pemium, solar) d produksi oleh singapora & fhilipin,Indonesia di suport oleh csc dari Malaysia, Ksimpulannya sama seperti yng telah di utarkan sebelumnya dan sifatnya untuk memperjelas saja.
5.      Nah kalau pertanyaan yang terakhir berhubungan dengan manager HRD/SDM Yang mengatur, mengawasi semua karyawan yang adadi dalam perushaan tersebut, dan caranya biasanya kalau orang-orang tersebut tidak sependapat dengan kebijakan yang di keluarkn oleh managemen perusahaan, melakukan pendekatan kepada orang yang tidak sependapat untk mencari solusi yang terbaik,dan yang ke dua apabila dari pendekatan tersebut  tidak mandapat solusi maka pihak HRD/SDM bisa mengeluarkan SP 1,2, dan 3 dan ketiganya mengeluarkan surat pemecatan dengan tidak hormat begitu.


REFERENSI

    Griffin.2003. pengantar manajemen. Penerbit erlangga-Jakarat
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. BPFE – Yogyakarta



PPC Iklan Blogger Indonesia